Para Guru di Banda Aceh Curhat ke Ketua DPRK Irwansyah
Font: Ukuran: - +

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota Banda Aceh, Irwansyah ST menerima audiensi sejumlah guru yang tergabung dalam Forum Independen Khusus Guru Aceh (FIKGA Aceh). [Foto: Humas DPRK BNA}
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah ST menerima audiensi sejumlah guru yang tergabung dalam Forum Independen Khusus Guru Aceh (FIKGA Aceh).
Dalam audiensi itu Ketua DPRK Irwansyah ST banyak mendengarkan keluhan dari para guru yang hadir yang berasal dari berbagai sekolah yang ada di Kota Banda Aceh.
“Alhamdulillah hari ini kami menerima perwakilan guru di Banda Aceh yang mengadukan berbagai persoalan yang sedang menimpa mereka,” kata Irwansyah setelah menerima kunjungan, di Lantai III Gedung DPRK Banda Aceh, Rabu (26/2/2025).
Irwansyah menjelaskan diantaranya, guru mengeluhkan keberadaan guru diperlakukan sama dengan kebijakan umum, bahwa tidak boleh ada rekrutmen terhadap tenaga baru di tahun 2025. Padahal kata dia dalam dunia pendidikan guru harus mendapatkan perhatian khusus.
“Harusnya tidak terkena imbas dengan kebijakan tidak dibolehkan rekrutmen tenaga baru, karena guru tulang punggung bangsa, pendidik generasi bangsa, kalau hanya mengandalkan guru yang lama akan mengganggu dunia pendidikan,” kata Irwansyah.
Kemudian tambah Irwansyah, para guru juga mengeluhkan terkait SK mereka yang tidak kunjung dikeluarkan. Padahal pos pembiayaan untuk guru sudah diakomodir melalui dana BOS.
Selanjutnya guru juga menyampaikan ada beberapa puluh tenaga guru yang tersertifikasi, pengangkatan P3K sudah ada, tapi SK perpanjangannya belum mereka dapatkan.
“Dalam hai ini kita tadi berkoordinasi dengan BKSDM untuk mempercepat penyerahan SK kepada para guru ini,” ujarnya.
Selain itu para guru juga menyampaikan keluhan terkait SK fungsional yang mereka tidak dapatkan lagi, padahal untuk daerah lain masih mendapatkannya. Dalam hal ini Irwansyah mendorong BKSDM agar lebih pro aktif untuk memproses ini karena jika SK fungsional tidak ada maka akan ada hak mereka para guru yang hilang.
Terkait hal ini Irwansyah selaku pimpinan DPRK berkomitmen akan mengadvokasi baik itu terkait regulasi, pelaporan ke dinas Pendidikan Banda Aceh, kemudian Provinsi, maupun ke pemerintah pusat.
“Jadi kita komit akan terus mengadvokasi hajat hidup mereka, karena bagi saya guru ini pilar penting dalam kehidupan daerah kita, jika hajat hidup guru terkendala dan korban kebijakan pusat ini akan merugikan daerah kita,” tutur Irwansyah. [*]
- Wakil DPRK Banda Aceh Apresiasi Beroperasinya Kembali Bus Trans Koetaradja
- Faisal Ridha Tampung Aspirasi Warga, Mulai dari Persoalan Lampu Jalan Hingga Modal Usaha
- Dukung Pemko Banda Aceh Optimalkan PAD, Dewan Lakukan Pengawasan
- Armada Pemadam Mogok saat Kebakaran, Dewan Minta Pemko Banda Aceh Lakukan Peremajaan
Berita Populer

.jpg)