DIALEKSIS.COM | Meulaboh - Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) bagi guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) wilayah Barat Selatan (Barsela) Aceh.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu-Jumat, 17-19 Juni 2026 di Portola Tiara Hotel Meulaboh bagian dari upaya memperkuat kompetensi literasi digital dan pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran di madrasah.
Diikuti 65 Guru MIN, bimtek tersebut dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Barat, Khairul Azhar SAg MA.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital harus direspons secara positif oleh dunia pendidikan, termasuk madrasah.
"Koding dan kecerdasan artifisial bukan lagi sekadar tren, tetapi telah menjadi bagian dari kompetensi masa depan. Guru madrasah harus menjadi pelopor dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman," ujar Khairul Azhar saat membuka kegiatan dekat Simpat Pelor Meulaboh.
Kegiatan yang diprakarsai oleh Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Aceh ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, baik dari unsur internal maupun praktisi profesional.
Materi disampaikan oleh Khairul Amri SAg, selaku Ketua Tim Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Agussalim SFilI MA, selaku Ketua Tim Kelembagaan, serta praktisi pendidikan dan teknologi, Safri Ali MSi.
Para peserta mendapatkan penguatan terkait kebijakan, konsep dasar koding, pemanfaatan kecerdasan artifisial, hingga implementasinya dalam proses pembelajaran di madrasah.
Sementara itu Plh Kepala Bidang Penmad Safrizal SPd menjelaskan bahwa pelaksanaan bimtek ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah yang menetapkan Koding dan Kecerdasan Artifisial sebagai mata pelajaran pilihan yang resmi diintegrasikan ke dalam struktur kurikulum madrasah melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025.
Oleh karena itu, katanya guru perlu dibekali dengan pemahaman dan keterampilan yang memadai agar mampu mengimplementasikan kebijakan tersebut secara efektif.[*]
