Aceh Besar Tertarik Kembangkan Kacang Koro Pedang
Font: Ukuran: - +

FGD bertema 'Pengenalan Potensi dan Produk Olahan Kacang Koro Pedang serta Pengembangan Ekosistem Bisnisnya di Aceh' yang berlangsung di Aula Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh. [Foto: MCAB]
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Penyuluh Pertanian Aceh Besar, Rita Aulia, mewakili Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Jakfar SP, turut berpartisipasi dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema 'Pengenalan Potensi dan Produk Olahan Kacang Koro Pedang serta Pengembangan Ekosistem Bisnisnya di Aceh'.
Acara yang berlangsung di Aula Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Kamis (27/2/2025), ini membahas strategi pengembangan, promosi, serta peluang kolaborasi dalam produksi dan pengolahan kacang koro pedang menjadi berbagai produk turunan.
Rita mengungkapkan bahwa FGD tersebut memberikan wawasan baru mengenai potensi kacang koro pedang dalam dunia pertanian dan industri pangan.
“Saya sangat antusias mengikuti diskusi ini karena kacang koro pedang ternyata memiliki banyak manfaat, baik sebagai bahan pangan, pakan ternak, hingga pupuk hijau,” ujarnya.
Dalam FGD, para peserta mendapatkan informasi tentang nilai gizi kacang koro pedang, yang mengandung protein tinggi (31,9%), karbohidrat (50,6%), serta berbagai mikronutrien penting seperti zat besi, kalsium, dan fosfor.
“Yang menarik, tempe berbahan kacang koro pedang ternyata bisa menjadi alternatif yang tidak kalah bergizi dibandingkan tempe kedelai,” tambah Rita.
Selain aspek gizi, Rita juga tertarik dengan pembahasan mengenai budidaya kacang koro yang lebih ramah lingkungan.
“Tanaman ini bisa membantu meningkatkan kesuburan tanah karena mampu mengikat nitrogen. Sistem pertaniannya juga bisa dilakukan secara organik dan regeneratif tanpa merusak ekosistem,” jelasnya.
Salah satu hal yang paling berkesan bagi Rita adalah sesi diskusi mengenai peluang bisnis dan inovasi produk olahan kacang koro.
“Saya baru tahu kalau di daerah lain, kacang koro sudah diolah menjadi berbagai produk seperti tempe, keripik tempe, bakpia, egg roll, tepung, hingga susu sari koro. Ini membuka wawasan saya bahwa ada banyak peluang usaha yang bisa dikembangkan di Aceh Besar,” tuturnya.
Melalui keikutsertaannya dalam FGD ini, Rita semakin termotivasi untuk mendukung pengembangan kacang koro pedang di Aceh Besar.
“Saya berharap ke depan, lebih banyak petani dan pelaku usaha di Aceh Besar yang tertarik membudidayakan serta mengolah kacang koro ini, sehingga kita bisa memiliki pangan lokal yang berkualitas dan berkelanjutan,” pungkasnya.[*]
Berita Populer
.jpg)
