Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Dari Sampah Kelapa ke Aksi Iklim, Solusi Bangun Andalas Raih PROPER Hijau 2025

Dari Sampah Kelapa ke Aksi Iklim, Solusi Bangun Andalas Raih PROPER Hijau 2025

Kamis, 16 April 2026 11:30 WIB

Font: Ukuran: - +

General Manager PT Solusi Bangun Andalas, R. Adi Santosa menerima PROPER Hijau 2025 untuk PT Solusi Bangun Andalas dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Selasa (7/4). Foto: Humas SBA


DIALEKSIS.COM | Aceh Besar - PT Solusi Bangun Andalas mencatatkan capaian positif dalam pengelolaan lingkungan dengan mengolah hingga 60 ton sampah kelapa per bulan di kawasan pesisir Lhoknga, Aceh Besar. Inisiatif ini dijalankan melalui program Sakeladera (Sampah Kelapa untuk Desa Sejahtera) yang berbasis ekonomi sirkular, bekerja sama dengan komunitas Bank Sampah Generasi Milenial (Basagemil).

Keberhasilan tersebut mengantarkan perusahaan meraih penghargaan PROPER Hijau 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan yang dinilai melampaui standar kepatuhan dalam pengelolaan lingkungan, termasuk efisiensi energi, pengurangan emisi, dan pemberdayaan masyarakat.



Direktur PT Solusi Bangun Andalas, Edi Sarwono, menyebut penghargaan ini merupakan hasil sinergi antara inovasi operasional dan keterlibatan masyarakat.

“PROPER Hijau ini membuktikan bahwa keberlanjutan harus dibangun secara menyeluruh, dari efisiensi energi di pabrik hingga tumbuh bersama masyarakat,” ujarnya.

Sebelum program berjalan, limbah kelapa di wilayah pesisir umumnya dibakar atau dibiarkan membusuk, yang menyumbang emisi karbon hingga 34,8 ton CO₂ per bulan. Di sisi lain, peternak menghadapi tingginya biaya pakan yang mencapai Rp48 juta per bulan.





Melalui Sakeladera, limbah kelapa diolah menjadi cocopeat sebagai campuran pakan ternak. Inovasi ini mampu menekan biaya pakan hingga 60 persen atau sekitar Rp28,2 juta per bulan, sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah. Produk tersebut juga telah lolos uji laboratorium terkait kandungan kalsium dan protein.

Perusahaan turut memberikan pendampingan, sarana produksi, serta penguatan kelembagaan masyarakat. Dampak ekonomi program ini tercermin dari rasio Social Return on Investment (SROI) sebesar 2,5, yang berarti setiap Rp1 investasi menghasilkan Rp2,5 manfaat bagi masyarakat.

Kini, timbulan sampah kelapa di wilayah tersebut menurun menjadi 20“24 ton per bulan. Salah satu warga penerima manfaat, Muhammad Ikhsan, mengaku perubahan dirasakan langsung.

“Sekarang sampah kelapa tidak terbuang percuma, tapi bisa diolah dan membantu menekan biaya pakan ternak,” katanya.

Selain pemberdayaan masyarakat, capaian PROPER Hijau juga ditopang inovasi lingkungan di area operasional. Salah satunya penggunaan burner rendah emisi yang mampu menurunkan emisi hingga 88.931 ton CO₂ ekuivalen sepanjang 2025.



Teknologi burner generasi kedua memungkinkan pembakaran lebih optimal serta pemanfaatan bahan bakar alternatif hingga 100 persen, termasuk limbah oli bekas. Inovasi ini berpotensi mengurangi penggunaan batu bara hingga 40 persen.

Perusahaan juga terus meningkatkan efisiensi melalui optimalisasi energi listrik, pengendalian emisi gas, efisiensi bahan bakar dan pelumas, serta inovasi seperti daur ulang karet bekas dan pemanfaatan air buangan AC untuk kebutuhan domestik.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa integrasi inovasi sosial dan eco-inovasi industri mampu menghadirkan solusi berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

Tentang PT Solusi Bangun Andalas

PT Solusi Bangun Andalas merupakan anak usaha PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, bagian dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG). Perusahaan mengoperasikan pabrik terintegrasi di Lhoknga dengan kapasitas 1,8 juta ton semen per tahun, serta fasilitas pengemasan di Lhoknga, Lhokseumawe, Belawan, Batam, dan Dumai. Produk dipasarkan dengan merek Semen Andalas.Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Asruddin (kiri) bersama Direktur Operasi, Edi Sarwono (kanan), menerima 3 PROPER Hijau 2025 untuk Pabrik Lhoknga, Pabrik Cilacap dan Pabrik Tuban dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Selasa (7/4).

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI