DIALEKSIS.COM | Meulaboh - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Aceh menargetkan perbaikan jalan berlubang dapat dilakukan lebih cepat, berkualitas, dan berkelanjutan menggunakan Asphalt Mixing Plant (AMP) Mini. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan di wilayah tersebut.
Upaya ini ditandai dengan peluncuran penggunaan AMP Mini oleh Bupati Aceh Barat, Tarmizi, yang merupakan inovasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dalam merespons keluhan masyarakat terkait kondisi jalan rusak, khususnya di kawasan Kota Meulaboh, Sabtu (25/4/2026).
Tarmizi mengungkapkan, selama ini perbaikan jalan berlubang atau patching masih dilakukan secara manual menggunakan material semen. Namun, metode tersebut dinilai kurang efektif karena tidak memiliki daya tahan yang memadai.
"Hari ini kita operasikan AMP Mini agar penanganan lubang jalan menggunakan aspal panas. Kualitasnya sama dengan pengaspalan jalan besar, sehingga lebih awet dan kuat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penggunaan AMP Mini merupakan langkah strategis di tengah keterbatasan anggaran daerah yang belum memungkinkan pelaksanaan pengaspalan ulang (overlay) secara menyeluruh di semua ruas jalan.
“Tidak mungkin semua jalan kita programkan aspal baru karena anggaran terbatas. Namun lubang-lubang kecil tidak boleh dibiarkan karena dapat mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengendara. Dengan alat ini, perbaikan bisa dilakukan secara cepat dan berkelanjutan,” jelasnya.
Pada tahap awal, perbaikan jalan berlubang difokuskan di wilayah perkotaan. Selanjutnya, cakupan operasional akan diperluas hingga ke tingkat kecamatan secara bertahap.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Fadly Octora, menambahkan bahwa AMP Mini dirancang untuk menangani kerusakan jalan skala kecil hingga menengah dengan mobilitas tinggi.
"AMP ini akan kami optimalkan untuk patching jalan berlubang sesuai spesifikasi alat. Jangkauan operasionalnya mencakup kawasan kota dan nantinya akan menyisir hingga wilayah kecamatan,” terang Fadly.
Melalui pengoperasian AMP Mini tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat optimistis penanganan jalan berlubang dapat dilakukan lebih responsif, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung peningkatan kualitas infrastruktur dan pelayanan publik di daerah. [*]