Jum`at, 04 April 2025
Beranda / Berita / Aceh / Gabah di Aceh Utara Dijual Rp6.000 per Kilogram, Petani Berharap Kenaikan Harga

Gabah di Aceh Utara Dijual Rp6.000 per Kilogram, Petani Berharap Kenaikan Harga

Jum`at, 06 Desember 2024 16:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Hamparan sawah siap panen di Blang Reuma, Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara. [Foto: Dokumen Putri untuk dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Memasuki masa panen padi, harga gabah di Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara, dijual sebesar Rp6.000 per kilogram. 

Harga tersebut berlaku di hampir seluruh desa, termasuk Blang Reuma, di mana para petani berharap ada kenaikan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Putri Annisa, seorang petani di Blang Reuma, mengungkapkan bahwa harga Rp 6.000 per kilogram dirasa kurang memadai mengingat tingginya biaya operasional pertanian. 

"Harga pupuk semakin mahal setiap hari, belum lagi biaya perawatan dan upah pekerja. Kalau harga gabah lebih mahal, tentu kami sebagai petani akan lebih sejahtera,” ujar Putri kepada Dialeksis.com, Jumat (6/12/2024).

Menurutnya, dengan harga beras yang kini mencapai Rp 14.000 per kilogram, harga gabah idealnya berada di kisaran Rp 7.000 per kilogram. 

"Harga beras saat ini naik, sebelumnya hanya sekitar Rp 12.000 per kilogram. Seharusnya ada penyesuaian harga gabah agar petani bisa mendapatkan keuntungan yang layak,” tambah Putri.

Selain tantangan harga, kondisi cuaca yang tidak menentu juga menjadi kendala utama bagi petani di Aceh Utara

“Cuaca sering tidak menentu membuat panen kami tidak maksimal. Beberapa padi bahkan rusak sebelum dipanen,” jelasnya.

Dengan musim panen yang sedang berlangsung, para petani berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah dan pelaku pasar untuk memperbaiki rantai distribusi dan menstabilkan harga gabah. 

Jika tidak, mereka khawatir bahwa keuntungan mereka akan terus tergerus oleh biaya operasional yang tinggi.

“Petani adalah tulang punggung pangan di daerah ini. Jika mereka tidak sejahtera, dampaknya akan dirasakan oleh kita semua,” tutupnya. [nh]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI