Sabtu, 05 April 2025
Beranda / Berita / Aceh / Hujan Deras Tiga Hari di Aceh Tamiang: Gangguan Aktivitas dan Genangan Air

Hujan Deras Tiga Hari di Aceh Tamiang: Gangguan Aktivitas dan Genangan Air

Jum`at, 04 April 2025 16:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Ratnalia

Hendra Vramenia, pemilik media Kabar Tamiang dan Haba Teras. Foto: dialeksis


DIALEKSIS.COM | Karang Baru - Kabupaten Aceh Tamiang mengalami hujan deras selama tiga hari berturut - turut, yang mengganggu aktivitas masyarakat yang tengah menikmati momen libur Lebaran. Genangan air mulai muncul di berbagai titik, seperti di sekitar jembatan, kawasan perkotaan, hingga di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang. Di samping itu, jalan nasional di depan Islamic Center dilaporkan mengalami ambles, yang semakin memperparah kondisi infrastruktur.

Berdasarkan hasil pantauan lapangan, hujan yang terus turun selama tiga hari terakhir menyebabkan aliran air tidak dapat tertampung dengan baik. Sejumlah warga mengeluhkan kesulitan bersilaturahmi dengan sanak saudara karena genangan air yang menghambat akses jalan.

"Seharusnya momen ini adalah saat kebahagiaan setelah Lebaran, namun kami harus berhati-hati melewati jalan yang tergenang bahkan rusak," ujar Fadhil, salah seorang warga, kepada Dialeksis.

Daerah terdampak paling parah antara lain di sekitar jembatan penghubung antarwilayah, kawasan perkotaan, dan depan Kantor DPRK. Di beberapa titik, genangan air mencapai ketinggian 30-50 cm, sehingga kendaraan roda dua maupun empat kesulitan melintas. Amblesnya jalan nasional di depan Islamic Center menambah daftar kerusakan infrastruktur yang berpotensi membahayakan pengendara.

Hendra Vramenia, pemilik media Kabar Tamiang dan Haba Teras, menyampaikan bahwa hujan deras yang berlangsung terus-menerus selama beberapa hari bisa berpotensi menimbulkan banjir jika intensitasnya terus berlanjut selama 5 hingga 7 hari. 

"Jika lempahan air dari daerah pegunungan tinggi mengalir masuk ke Sungai Tamiang, banjir di wilayah rendah sekitar kota dan daerah terpencil bisa terjadi. Saya sendiri pernah mengalami banjir di rumah saat hujan lebat berlangsung selama lima hari," ujarnya.


Kondisi hujan di Karang Baru dan Kota Kuala Simpang Aceh Tamiang. Foto: Dialeksis


Hendra berharap agar pemerintah setempat segera mengerahkan tim untuk memantau lokasi rawan dan membersihkan saluran air yang tersumbat. Namun, intensitas hujan yang masih tinggi dikhawatirkan akan memperlambat proses penanganan.

Menurutnya, kejadian hujan lebat berhari-hari di Aceh Tamiang menjadi sorotan publik, terutama di tengah momen Lebaran yang seharusnya identik dengan kebahagiaan reuni keluarga. 

"Warga berharap pemerintah segera menindaklanjuti perbaikan infrastruktur dan sistem drainase untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang," tutup Hendra.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI