Selasa, 15 September 2026
Beranda / Berita / Aceh / Jalan Lama Banda Aceh-Meulaboh di Lamno Rusak Parah, Warga Khawatir Kecelakaan

Jalan Lama Banda Aceh-Meulaboh di Lamno Rusak Parah, Warga Khawatir Kecelakaan

Selasa, 15 September 2026 16:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Kondisi jalan lama Banda Aceh-Meulaboh di kawasan Lamno, Kecamatan Jaya, Aceh Jaya, dipenuhi lubang dan genangan air. Warga berharap jalan segera diperbaiki karena kondisi tersebut membahayakan pengendara dan disebut telah menyebabkan kecelakaan. [Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Calang - Kondisi jalan lama Banda Aceh-Meulaboh yang berada di kawasan Lamno, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, memprihatinkan. Ruas jalan yang pernah menjadi salah satu akses utama masyarakat tersebut kini dipenuhi lubang dan mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Kerusakan jalan tidak hanya membuat perjalanan masyarakat terganggu, tetapi juga dinilai membahayakan keselamatan para pengguna jalan. Sejumlah lubang yang berada di badan jalan cukup dalam dan sebagian di antaranya tergenang air, sehingga sulit diketahui oleh pengendara.

Pantauan Dialeksis.com di lokasi pada Selasa (15/9/2026), terlihat kondisi badan jalan yang tidak lagi baik. Lubang ditemukan di beberapa bagian ruas jalan dengan ukuran yang bervariasi. Di sejumlah titik, permukaan jalan terlihat rusak dan tidak rata.

Genangan air juga tampak memenuhi beberapa lubang. Kondisi tersebut membuat pengendara yang melintas harus memperlambat kendaraan dan memilih jalur yang dianggap lebih aman.

Kerusakan jalan lama Banda Aceh-Meulaboh di kawasan Lamno ini menjadi perhatian masyarakat karena ruas tersebut masih dimanfaatkan sebagai akses oleh warga dan pelintas. Kondisi jalan yang rusak dan minim penanganan dikhawatirkan semakin membahayakan apabila tidak segera diperbaiki.

Mailul Kamal, warga Gampong Lamme, Kecamatan Jaya, mengatakan kondisi jalan tersebut sudah sangat memprihatinkan.

"Ini sangat parah dan kami prihatin. Padahal, jalan ini dulu merupakan jalan utama dan menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat," katanya kepada wartawan dialeksis.com. 

Menurut Mailul, keberadaan jalan tersebut memiliki sejarah penting bagi masyarakat setempat. Selain menjadi akses transportasi, jalan itu juga pernah menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Ia menilai kerusakan yang terjadi saat ini membuat masyarakat harus lebih berhati-hati ketika menggunakan jalan tersebut. Terlebih, kondisi jalan yang berlubang dan tergenang air dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

"Ini jalan yang dulu sangat penting bagi masyarakat. Kalau kondisinya seperti ini, tentu masyarakat sangat khawatir," ujarnya.

Ia berharap pemerintah dan instansi terkait segera turun tangan melihat langsung kondisi jalan tersebut. Perbaikan dinilai diperlukan agar masyarakat dapat kembali menggunakan jalan dengan aman dan nyaman.

Menurutnya, penanganan tidak hanya diperlukan pada titik yang mengalami kerusakan paling parah, tetapi juga perlu dilakukan secara menyeluruh agar kerusakan tidak terus meluas.

"Harapan masyarakat tentu jalan ini segera diperbaiki. Jangan dibiarkan terus seperti ini, karena masyarakat masih menggunakan jalan ini," katanya.

Hal senada disampaikan Ikram, salah seorang pelintas yang melintasi kawasan tersebut. Ia mengatakan kondisi jalan yang banyak berlubang membuat pengendara harus meningkatkan kewaspadaan.

Menurutnya, pengendara yang baru pertama kali melintas di kawasan tersebut bisa kesulitan mengetahui keberadaan lubang, terutama ketika lubang tersebut dipenuhi air

"Kalau tidak hati-hati bisa kecelakaan. Lubangnya banyak dan ada yang tertutup air, jadi kita tidak tahu seberapa dalam," kata Ikram.

Ia berharap pemerintah segera memberikan perhatian terhadap kondisi jalan tersebut. Menurutnya, keselamatan pengguna jalan harus menjadi pertimbangan utama dalam penanganan infrastruktur.

"Harapannya segera diperbaiki, supaya orang yang lewat tidak khawatir dan tidak terjadi kecelakaan," ujarnya. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI