Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Keracunan MBG Terjadi Berulang di Aceh, Ini Wilayah Terdampak

Keracunan MBG Terjadi Berulang di Aceh, Ini Wilayah Terdampak

Senin, 02 Maret 2026 21:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Menu lauk Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 2 Kesuma Bangsa, Aceh Utara. Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com.


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah untuk memperkuat asupan gizi anak sekolah kini menjadi sorotan di Aceh. Sejak akhir 2025 hingga awal Maret 2026, dugaan keracunan massal dilaporkan terjadi di sejumlah kabupaten/kota.

Berdasarkan penelusuran media dialeksis.com pada senin, 2 Maret 2026, dari informasi yang dihimpun, kasus serupa muncul berulang di berbagai daerah dengan jumlah korban yang bervariasi, mulai dari beberapa siswa hingga ratusan anak.

Program yang saat ini memasuki fase perluasan skala besar tersebut dinilai memiliki tujuan mulia. Namun di sisi lain, aspek keamanan pangan dan standar kebersihan dapur penyedia menjadi perhatian serius.

Berikut rangkaian wilayah terdampak.

Bireuen

Kasus terbesar terjadi di Kabupaten Bireuen, tepatnya di Kecamatan Simpang Mamplam dan Pandrah pada 26 Februari 2026. Sekitar 140 anak dilaporkan mengalami mual, muntah, dan pusing setelah menyantap menu MBG.

Para siswa dilarikan ke sejumlah puskesmas dan ke RSUD dr. Fauziah untuk mendapatkan penanganan medis. 

Dugaan awal mengarah pada kontaminasi salah satu bahan makanan, yakni bakso yang disajikan pada hari itu.

Tim kesehatan masih melakukan observasi untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.


Aceh Selatan

Sehari setelah kasus di Bireuen, 27 Februari 2026, insiden serupa terjadi di Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan. Sebanyak 18 pelajar dari tingkat PAUD hingga SMA mengalami gejala serupa.

Dinas Kesehatan setempat sempat menetapkan kejadian ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) karena muncul dalam waktu bersamaan. Operasional dapur SPPG Ujung Padang Asahan dihentikan sementara untuk audit sanitasi dan evaluasi kelayakan.

Aceh Singkil

Pada 13 Februari 2026, sebanyak 35 santri dan siswa di Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG.

Sebagian korban dirawat di fasilitas kesehatan terdekat dengan gejala mual, muntah, dan demam ringan.

Aceh Timur

Belasan pelajar dan balita di Kecamatan Indra Makmur, Kabupaten Aceh Timur, dilarikan ke puskesmas setempat setelah muntah-muntah dan gejala gangguan pencernaan yang diduga keracunan makanan paket menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada sabtu, 24 Januari 2024. Menu MBG yang dikonsumsi diketahui terdiri dari semangka, bihun bakso, tahu, serta sayur-sayuran. 

Usai menyantap makanan tersebut, para korban yang sebagian besar merupakan pelajar dan balita mulai mengeluhkan mual, muntah, sakit kepala, dan lemas, sehingga harus mendapatkan penanganan medis. 

Aceh Utara

Di Kabupaten Aceh Utara, tiga siswa SD Negeri 6 Matangkuli mengalami mual, muntah, pusing, dan demam pada 29 September 2025.

Dua di antaranya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia untuk penanganan lebih lanjut. 

Dugaan keracunan ini sendiri terjadi usai mengkonsumsi MBG, para siswa mengalami sakit perut hebat dan muntah. Keduanya kemudian dibawa ke Puskesmas Matangkuli untuk mendapatkan pertolongan pertama, dan menginap semalam di Puskesmas.

Aceh Tamiang

Sebanyak lima murid SD Negeri 6 Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang, dilarikan ke RSUD Muda Sedia pada Kamis (11/09/2025) setelah mengonsumsi menu MBG.

Para siswa dilaporkan mengalami mual, pusing, dan muntah. Salah satu orang tua menyebutkan bahwa menu yang diterima anaknya sudah berbau dan terasa asam.

Hasil observasi awal medis menunjukkan kemungkinan ketidakcocokan antara konsumsi susu dan buah (semangka) yang sudah tidak segar/asam. Secara umum, pakar kesehatan menduga keracunan pada program MBG disebabkan oleh kontaminasi mikroba (seperti Salmonella atau E. coli) akibat proses sanitasi yang buruk atau bahan makanan yang tidak segar.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI