Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Kunjungan Perpustakaan Aceh Tembus 239 Ribu Orang di 2025

Kunjungan Perpustakaan Aceh Tembus 239 Ribu Orang di 2025

Senin, 06 April 2026 16:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) sedang melihat buku bacaan di Perpustakaan Wilayah Aceh. [Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA) mencatat jumlah pengunjung perpustakaan sepanjang tahun 2025, yang mencapai 239.610 orang.

Sementara itu, memasuki tahun 2026, angka kunjungan pada triwulan pertama -- Januari hingga Maret -- telah menembus 59.795 pengunjung.

Kepala Bidang Layanan, Otomasi, dan Kerjasama Perpustakaan DPKA, Diaz Furqan, menyebutkan bahwa capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi.

“Jika melihat tren saat ini, kami optimistis jumlah pengunjung di tahun 2026 akan kembali meningkat. Baru tiga bulan saja sudah hampir menyentuh 60 ribu pengunjung,” ujar Diaz kepada media dialeksis.com di Banda Aceh, Senin (6/4/2026).

Menurutnya, peningkatan jumlah kunjungan ini tidak terlepas dari berbagai inovasi layanan yang dilakukan DPKA, mulai dari digitalisasi koleksi, penyediaan ruang baca yang nyaman, hingga kegiatan literasi yang melibatkan pelajar dan masyarakat umum.

Tak hanya dari sisi kunjungan, tingkat kegemaran membaca masyarakat Aceh juga menunjukkan angka yang cukup menggembirakan.

 Pada tahun 2025, tingkat kegemaran membaca tercatat sebesar 59,23 persen. Angka ini mencerminkan bahwa lebih dari separuh masyarakat Aceh telah memiliki ketertarikan terhadap aktivitas membaca.

Diaz menjelaskan, capaian tersebut merupakan hasil dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, sekolah, komunitas literasi, hingga peran keluarga dalam membangun budaya baca sejak dini.

“Minat baca tidak bisa tumbuh secara instan. Ini hasil kerja bersama. Kami terus mendorong agar perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang belajar, diskusi, dan pengembangan kreativitas,” katanya.

Ke depan, DPKA menargetkan peningkatan kualitas layanan berbasis teknologi, sekaligus memperkuat kemitraan dengan berbagai lembaga untuk memperluas dampak gerakan literasi di Aceh.

“Harapannya, perpustakaan bisa menjadi pusat pengetahuan yang hidup dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini,” tutup Diaz. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI