Selasa, 15 September 2026
Beranda / Berita / Aceh / Longsor Aceh Tengah, Jalan Dibersihkan tetapi Ancaman Belum Usai

Longsor Aceh Tengah, Jalan Dibersihkan tetapi Ancaman Belum Usai

Selasa, 15 September 2026 08:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Arn

Kondisi longsor di sejumlah ruas jalan Kabupaten Aceh Tengah. Foto: kolase Dialeksis 


DIALEKSIS.COM | Takengon - Material longsor yang menutup sejumlah ruas jalan di Kabupaten Aceh Tengah telah dibersihkan pada Senin malam, 14 September 2026. Namun, ancaman bagi pengguna jalan masih tersisa. Tembok penahan tanah di tepi jalan nasional di Kampung Sanihen runtuh setelah longsor susulan terjadi pada sore harinya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah menyelesaikan pembersihan material sekitar pukul 20.40 WIB dengan mengerahkan dua alat berat. Dalam laporan perkembangan pukul 23.00 WIB, BPBD menyebut seluruh badan jalan yang tertimbun telah dibersihkan.

Meski demikian, kondisi tembok penahan tanah di Sanihen menjadi perhatian. BPBD mengkhawatirkan kerusakan tersebut dapat membahayakan pengguna jalan. Longsor susulan pada Senin sore terjadi di lokasi berbeda, tetapi masih dalam kampung yang sama.

Bencana ini bermula setelah hujan deras mengguyur Aceh Tengah pada Minggu sore, 13 September 2026. Sejak sekitar pukul 18.15 WIB, longsor terjadi di empat kecamatan: Kebayakan, Lut Tawar, Celala, dan Silih Nara. Tanah serta lumpur menutup sejumlah ruas jalan nasional, provinsi, dan kabupaten.

Jalan lingkar Danau Lut Tawar, yang berstatus jalan provinsi, termasuk jalur yang terdampak. Di Kecamatan Celala, BPBD mencatat empat titik longsor. Salah satunya menghanyutkan sebuah jembatan darurat.

Di Kecamatan Silih Nara, longsor terjadi di tiga titik. Salah satu longsoran menimpa sebuah rumah dan menewaskan Nazila, anak berusia sembilan tahun. Sebanyak 13 orang dilaporkan terluka dalam kejadian tersebut.

Laporan itu juga menyebut seorang pengguna jalan mengalami luka ringan akibat tertimpa longsor. Namun, rekapitulasi akhir BPBD tetap mencantumkan 13 korban luka. Belum dijelaskan apakah pengguna jalan tersebut sudah termasuk dalam jumlah itu.

Nazila dimakamkan oleh keluarganya pada Senin sekitar pukul 10.00 WIB. Bupati Aceh Tengah turut menyalatkan jenazah di Desa Tami Delem.

Selain menimbulkan korban jiwa, bencana ini mengakibatkan dua rumah rusak berat, satu rumah rusak sedang, dan satu rumah rusak ringan. Sebanyak tiga kepala keluarga tercatat mengungsi.

Hingga laporan Senin malam diterbitkan, pembersihan rumah yang terkena longsoran belum seluruhnya selesai. Pemilik rumah masih harus menyelamatkan berbagai perabotan dari material yang menimbun tempat tinggal mereka.

Bantuan bagi warga terdampak telah disalurkan melalui BPBD, Dinas Sosial, dan Baitul Mal. Wakil Bupati Aceh Tengah menyerahkan langsung bantuan berupa uang masa panik, sembako, tenda keluarga, peralatan memasak, serta bahan bangunan.

Pembersihan jalan menjadi salah satu kemajuan penanganan hingga Senin malam. Namun, pekerjaan belum selesai di rumah-rumah warga. Kerusakan tembok penahan tanah di Sanihen juga menyisakan persoalan keselamatan, sementara petugas BPBD melanjutkan pemantauan kejadian bencana dan cuaca. []

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI