DIALEKSIS.COM | Aceh Tengah - Fenomena lubang raksasa atau sinkhole yang muncul di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, kian mengkhawatirkan. Diameter lubang dilaporkan terus bertambah besar, terutama setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas sedang dalam beberapa hari terakhir.
Aktivitas pergerakan tanah yang masih berlangsung membuat kondisi di sekitar lokasi dinilai berbahaya. Pemerintah setempat pun menetapkan area tersebut sebagai Zona Merah. Sejumlah pagar pembatas telah dipasang guna mencegah warga mendekat ke titik rawan demi menghindari risiko kecelakaan.
Selain pengamanan lokasi, pemerintah daerah juga mulai melakukan pendataan terhadap kerugian materiil yang dialami warga. Berdasarkan data sementara, sejumlah kebun cabai dan tanaman pertanian terdampak, serta tiga unit rumah toko (ruko) milik warga mengalami kerusakan akibat fenomena tanah ambles tersebut.
Penanganan teknis kini diambil alih langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Tim ahli telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan observasi dan kajian mendalam guna menentukan langkah penanganan yang paling tepat.
Petugas Kementerian PU, Mulyadi, menjelaskan bahwa kondisi tanah di lokasi kejadian masih labil dan terus mengalami penurunan. Karena itu, proses analisis membutuhkan waktu yang tidak singkat sebelum keputusan penanganan konstruktif dapat dilakukan.
“Analisa saya kemarin di situ masih turun tanahnya. Mungkin dua bulan atau tiga bulan ke depan baru didapat hasil terkait langkah atau bentuk penanganan yang akan dilaksanakan di lokasi tersebut,” ujar Mulyadi.
Selama masa observasi dan kajian berlangsung, masyarakat diimbau tetap waspada serta mematuhi batas aman yang telah ditetapkan petugas. Pemerintah menegaskan keselamatan warga menjadi prioritas utama sambil menunggu hasil kajian teknis dari tim ahli.