DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala (FISIP USK) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui gagasan kebijakan publik yang menyoroti solusi banjir tahunan di Aceh Tamiang dalam ajang Chemical Engineering Competition (CEC) yang diselenggarakan oleh tuan rumah Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe pada Jumat (24/4/2026).
Mahasiswa tersebut, Maulana Habib (FISIP USK) yang berperan sebagai ketua tim, bersama dua rekannya Khairul Fikri (FMIPA USK) dan Ilham Al Bukhari (Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Ar-Raniry).
Mengusung tema “Flood to Future”, kompetisi ini menantang peserta untuk merumuskan kebijakan berbasis data dalam menjawab persoalan banjir yang bersifat struktural. Dalam analisisnya, tim menilai bahwa banjir di Aceh Tamiang tidak hanya disebabkan oleh faktor alam, tetapi juga dipengaruhi oleh lemahnya tata kelola lingkungan dan tata ruang, serta tingginya kerentanan permukiman di wilayah rawan bencana.
Melalui pendekatan TRIGUARD, tim menawarkan tiga solusi utama, yaitu pemulihan ekosistem hulu (reduce), penguatan regulasi tata ruang berbasis mitigasi bencana (regulate), serta relokasi terencana (relocate) bagi masyarakat terdampak.
Ketua tim, Maulana Habib, menyebutkan bahwa pendekatan tersebut berangkat dari perspektif kebijakan publik yang menekankan pentingnya penanganan banjir secara sistematis dan berkelanjutan.
“Sebagai mahasiswa FISIP, saya melihat banjir bukan hanya persoalan alam, tetapi juga persoalan kebijakan publik. Karena itu, solusi yang ditawarkan harus mampu menyasar akar permasalahan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pembimbing tim lomba, Iqbal Ahmady, S.IP., M.I.P menegaskan, pencapaian ini merupakan bentuk kegelisahan intelektualitas para mahasiswa.
"Mereka melihat problematika kebencanaan erat kaitannya dengan kebijakan terdahulu dan kebijakan yang akan dilaksanakan dimasa mendatang. Ini bentuk implementasi empiris studi teoritis mereka di kampus," jelasnya.
Kompetisi ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dari seluruh Indonesia melalui beberapa tahapan, mulai dari seleksi karya hingga presentasi pada babak final di hadapan dewan juri. Dalam lomba tingkat nasional yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Malikussaleh.
Diketahui, peraih Juara Pertama oleh tim dari Universitas Airlangga dan menempati posisi Juara II dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Prestasi ini menegaskan peran strategis mahasiswa dalam merumuskan solusi kebijakan bagi persoalan daerah, khususnya dalam upaya penanggulangan banjir di Aceh Tamiang, yang dalam beberapa tahun terakhir kerap terdampak bencana hidrometeorologi, termasuk banjir dan longsor pada akhir November 2025. [*]