Selasa, 19 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Pendidikan Aceh Harus Bangkit, Kadisdik Minta Kepala Sekolah Jadi Motor Perubahan

Pendidikan Aceh Harus Bangkit, Kadisdik Minta Kepala Sekolah Jadi Motor Perubahan

Selasa, 19 Mei 2026 12:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Kadisdidik Aceh, Murthalalamuddin, didampingi Kabid SMA dan PKLK, Syarwan Joni.dan Ketua MKKS SMA Aceh, Muhibbul Khibri foto bersama Pengurus MKKS SMA dari 23 kabupaten/kota. [Foto: Humas Disdik Aceh]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Upaya membangkitkan mutu pendidikan di Aceh kembali ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Provinsi Aceh yang berlangsung di Banda Aceh, Senin (18/5/2026).

Forum tersebut menjadi ajang konsolidasi kepala sekolah untuk memperkuat sinergi dan merumuskan langkah nyata demi menghadirkan pendidikan Aceh yang lebih maju, bermartabat, dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murtalamuddin, menegaskan bahwa pendidikan Aceh tidak boleh berjalan stagnan. Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan harus menjadikan momentum tersebut sebagai titik kebangkitan pendidikan di Tanah Rencong.

Ia mengatakan, tantangan pendidikan di Aceh masih beragam, mulai dari perbedaan kondisi geografis, kualitas layanan pendidikan, hingga capaian akademik antardaerah. Karena itu, diperlukan langkah bersama agar seluruh sekolah mampu menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan merata.

“Pendidikan Aceh harus bangkit. Semua program pemerintah harus benar-benar diterjemahkan menjadi program nyata di sekolah dengan target yang jelas dan terukur,” ujar Murtalamuddin dalam arahannya.

Menurutnya, kepala sekolah memegang peranan penting dalam menentukan arah dan kualitas pendidikan. Kepala sekolah tidak hanya bertugas sebagai administrator, tetapi juga harus menjadi pemimpin perubahan yang mampu melahirkan inovasi di lingkungan sekolah masing-masing.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan visi Pemerintah Aceh dalam dunia pendidikan, terutama dalam membangun pendidikan yang Islami, unggul, dan mampu mencetak generasi masa depan yang kompetitif.

Dalam forum tersebut, capaian hasil belajar siswa turut menjadi perhatian utama. Hasil evaluasi pendidikan sebelumnya disebut harus dijadikan bahan refleksi untuk memperbaiki pola pembelajaran, meningkatkan kompetensi guru, serta memperkuat pembinaan siswa agar lebih siap melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

“Semua tantangan pendidikan harus dijawab dengan kolaborasi dan solusi, bukan saling menyalahkan. Kepala sekolah harus menjadi penerobos dalam mencari jalan keluar bagi kemajuan pendidikan Aceh,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK Aceh, Syarwan Joni, menyebut Rakor MKKS menjadi energi baru untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan di Aceh. Menurutnya, kerja sama antara sekolah, pemerintah, dan seluruh pihak terkait harus terus diperkuat agar mampu melahirkan perubahan nyata.

Ketua MKKS SMA Provinsi Aceh, Muhibbul Khibri, juga menyoroti pentingnya kenyamanan kerja kepala sekolah. Ia berharap kebijakan mutasi dan rotasi kepala sekolah ke depan tetap mempertimbangkan aspek kompetensi serta kondisi geografis wilayah tugas.

Menurutnya, kepala sekolah yang bekerja nyaman akan lebih optimal dalam membangun tata kelola sekolah, membina guru, serta meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan bagi siswa.

Rakor MKKS SMA Aceh turut dihadiri para kepala cabang dinas pendidikan kabupaten/kota serta pengurus MKKS SMA dari seluruh wilayah Aceh. Pertemuan itu diharapkan melahirkan langkah konkret dan semangat baru untuk mempercepat kebangkitan pendidikan Aceh di masa mendatang. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI