Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Perkuat Edukasi Mitigasi, Museum Tsunami Aceh Mulai Transformasi Digital

Perkuat Edukasi Mitigasi, Museum Tsunami Aceh Mulai Transformasi Digital

Senin, 05 Januari 2026 13:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, M. Syahputra AZ, menyatakan bahwa digitalisasi ini merupakan upaya mewujudkan visi museum sebagai institusi yang tidak hanya mengenang peristiwa masa lalu, tetapi juga menjadi pusat inovasi. [Foto: dok. Mutsu Aceh]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Tsunami Aceh resmi melakukan soft launching program pengembangan museum berbasis digital di Banda Aceh, pada Rabu lalu. Langkah ini diambil untuk mentransformasi museum menjadi pusat riset, teknologi, dan edukasi yang lebih adaptif bagi masyarakat.

Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, M. Syahputra AZ, menyatakan bahwa digitalisasi ini merupakan upaya mewujudkan visi museum sebagai institusi yang tidak hanya mengenang peristiwa masa lalu, tetapi juga menjadi pusat inovasi. Menurutnya, integrasi teknologi sangat krusial untuk menarik minat generasi muda melalui penyajian informasi yang visual dan interaktif.

"Kita menggabungkan teknologi dan edukasi karena kondisi hari ini anak-anak muda sangat menyukai visualisasi. Sosialisasi yang berbasis edukasi kini dapat kita munculkan dalam bentuk digitalisasi," ujar Syahputra yang dilansir pada Senin (5/1/2026).

Program yang diluncurkan pada penghujung tahun 2025 ini diproyeksikan berlanjut ke tahap grand launching yang rencananya akan diresmikan oleh Gubernur Aceh. Selama masa transisi dari soft launching, pihak pengelola menyatakan terbuka terhadap masukan teknis dari pengunjung guna menyempurnakan sistem digital yang baru diterapkan.

Selain pembaruan infrastruktur teknologi, Syahputra menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia menginstruksikan seluruh staf untuk mengedepankan profesionalisme dan keramahan dalam melayani pengunjung.

"Keramahan dan profesionalisme staf museum dalam melayani pengunjung harus menjadi prioritas utama seiring dengan hadirnya fasilitas digital baru ini," tegasnya.

Acara peluncuran ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Muhammad Idal Bahri. Selain sebagai bentuk syukur atas dimulainya era digitalisasi museum, doa tersebut dipanjatkan sebagai dukungan moral bagi para penyintas bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah di Aceh. [*]

Melalui program digitalisasi ini, Museum Tsunami Aceh diharapkan dapat berfungsi sebagai sarana edukasi mitigasi bencana yang lebih modern, efektif, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI