DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pesantren Modern Babun Najah berhasil meraih posisi runner-up dalam Turnamen FITAS ke-14 yang diselenggarakan oleh Pesantren Modern Al-Falah Abu Lam’u. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Pesantren Modern Babun Najah, sekaligus bukti semangat juang, kerja sama, dan sportivitas para santri dalam berkompetisi di bidang olahraga.
Perjalanan tim Pesantren Modern Babun Najah menuju partai final berlangsung penuh perjuangan. Pada babak semifinal, tim Babun Najah berhadapan dengan Pesantren Imam Syafi’i dalam pertandingan yang berlangsung sengit. Kedua tim menunjukkan kemampuan terbaik mereka demi mengamankan tiket menuju partai puncak.
Pertandingan semifinal tersebut akhirnya harus ditentukan melalui adu tendangan penalti. Dalam momen yang menegangkan itu, para pemain Pesantren Modern Babun Najah mampu menunjukkan ketenangan dan semangat juang hingga berhasil mengalahkan Pesantren Imam Syafi’i. Kemenangan tersebut mengantarkan tim Babun Najah melangkah ke partai final Turnamen FITAS ke-14.
Pada pertandingan final, Pesantren Modern Babun Najah berhadapan dengan Pesantren Oemar Diyan. Laga puncak ini menjadi kesempatan bagi para pemain untuk kembali menunjukkan kemampuan, kekompakan, dan semangat kompetitif setelah melewati pertandingan semifinal yang menguras tenaga dan emosi.
Pertandingan final berlangsung pada Minggu sore pukul 16.30 WIB di lapangan mini Pesantren Modern Al-Falah Abu Lam’u. Suasana pertandingan semakin meriah dengan kehadiran pimpinan pesantren, para ustaz dan ustazah, serta pihak-pihak yang memberikan dukungan langsung kepada tim Pesantren Modern Babun Najah.
Pimpinan Pesantren Modern Babun Najah, Ustaz H. Muharril Ashary, Lc., M.A., turut hadir menyaksikan pertandingan sekaligus memberikan dukungan dan motivasi kepada para pemain. Kehadiran beliau bersama para ustaz dan ustazah menjadi penyemangat tersendiri bagi tim yang berjuang membawa nama baik pesantren.
Dukungan tersebut mencerminkan perhatian pesantren terhadap pengembangan potensi santri, tidak hanya dalam bidang pendidikan agama dan akademik, tetapi juga dalam bidang olahraga. Melalui kegiatan seperti Turnamen FITAS, para santri mendapatkan kesempatan untuk mengasah kemampuan, membangun kedisiplinan, memperkuat kerja sama tim, serta belajar menghargai lawan dalam sebuah kompetisi.
Meskipun harus mengakhiri turnamen dengan meraih posisi runner-up, pencapaian Pesantren Modern Babun Najah tetap menjadi hasil yang patut diapresiasi. Keberhasilan menembus partai final setelah melewati pertandingan semifinal yang menegangkan menunjukkan bahwa para santri memiliki semangat juang dan kemampuan untuk bersaing dengan peserta dari pesantren lainnya.
Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi para santri untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan, dan mempertahankan semangat sportivitas dalam setiap kompetisi. Pengalaman selama mengikuti Turnamen FITAS ke-14 juga menjadi pelajaran berharga bahwa kemenangan bukan satu-satunya tujuan, tetapi proses perjuangan, kebersamaan, kedisiplinan, dan sikap pantang menyerah merupakan bagian penting dari keberhasilan.
Keluarga besar Pesantren Modern Babun Najah menyambut pencapaian ini dengan rasa bangga. Semoga prestasi tersebut menjadi langkah awal untuk meraih hasil yang lebih baik pada kompetisi berikutnya serta semakin memperkuat semangat para santri dalam mengembangkan bakat dan potensi mereka, baik di bidang olahraga maupun bidang lainnya.
Dengan semangat kebersamaan dan dukungan seluruh keluarga besar pesantren, Pesantren Modern Babun Najah diharapkan terus melahirkan santri yang berprestasi, berakhlak mulia, disiplin, dan mampu membawa nama baik pesantren di berbagai ajang kompetisi. [*]