DIALEKSIS.COM | Bireuen - Puluhan keuchik dari Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, mengaku kecewa terhadap sikap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen belum juga menyerahkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak bencana.
Dilansir media dialeksis.com dari video yang beredar di media sosial Facebook Zoel Sopan Zulkarnaini, Puluhan Geusyik mendatangi Gudang BPBD Bireuen, terlihat kekecewaan Para Geusyiek karena bantuan tersebut tak kunjung diserahkan.
Salah satu keuchik, Mudassir, Keuchik Gampong Samuti Rayeuk, menyebut kondisi tersebut menunjukkan lemahnya manajemen penyaluran bantuan. Padahal sebelumnya, kata dia, pihak BPBD menyampaikan bahwa penyaluran sudah dikelola dengan baik.
“kami datang ke Gudang BPBD dan telah menyiapkan seluruh berkas yang diminta, tapi kenyataannya kami datang ke gudang tidak bisa membawa bantuan apa pun,” ujar Mudassir saat dikonfirmasi wartawan dialeksis.com, Jumat (16/1/2026).
Mudassir menjelaskan, sejak pagi hari sekitar 30 keuchik mendatangi gudang logistik BPBD Bireuen di Desa Blang Blahdeh, Kecamatan Jeumpa, setelah dihubungi oleh Camat Gandapura. Mereka datang untuk mengambil bantuan yang disebut telah disiapkan bagi warga di gampong masing-masing.
Namun hingga sore hari, bantuan tersebut tak kunjung dikeluarkan. Para keuchik hanya mendapat penjelasan singkat bahwa gudang logistik sedang dalam proses pemeriksaan oleh Polda Aceh.
“Kami dijanjikan gudang dibuka pukul dua siang, tapi sampai sore alasannya tetap sama, katanya masih diperiksa Polda Aceh, bantuan untuk masyarakat tidak bisa kami bawa sama sekali,” katanya.
Sikap petugas BPBD terkesan tidak kooperatif. Saat diminta penjelasan, petugas dinilai menghindar dan tidak memberikan informasi yang memadai.
“Padahal faktanya, ada keuchik yang menolak bantuan karena jumlahnya tidak cukup untuk dibagikan kepada masyarakat di gampongnya. Akhirnya muncul berita seolah-olah tidak ada masalah,” jelasnya.
Mudassir yang juga merupakan mantan anggota DPRK Bireuen periode 2019-2024 dari Partai Demokrat menilai persoalan bantuan ini harus dituntaskan.
“Kalau melihat kondisi ini, kesannya memang politis bantuan itu,” tutupnya. [nh]