Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / PWM Aceh Tetapkan 50 Titik Salat Id, Digelar Serentak Jumat

PWM Aceh Tetapkan 50 Titik Salat Id, Digelar Serentak Jumat

Jum`at, 20 Maret 2026 05:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Wakil Ketua PWM Aceh, M. Yamin. Foto: unmuha.ac.id


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh menetapkan sebanyak 50 titik pelaksanaan salat Idulfitri 1447 Hijriah yang tersebar di 23 kabupaten/kota di seluruh Aceh. Salat Id dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 20 Maret 2026.

Wakil Ketua PWM Aceh, M. Yamin, mengatakan penetapan lokasi tersebut merupakan hasil laporan dari pengurus Muhammadiyah di daerah yang telah dihimpun hingga saat ini.

“Berdasarkan laporan dari pengurus Muhammadiyah di daerah, untuk lokasi salat Idulfitri yang telah ditetapkan sejauh ini,” kata Yamin, Kamis (19/3/2026).

Ia merinci, sejumlah daerah hanya memiliki satu titik pelaksanaan salat Id, yakni Aceh Barat, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Pidie, Banda Aceh, Lhokseumawe, dan Subulussalam.

Sementara itu, dua titik salat Id ditetapkan di Aceh Timur, Gayo Lues, Simeulue, Kota Langsa, dan Kota Sabang.

Adapun daerah dengan jumlah titik lebih banyak antara lain Aceh Barat Daya, Aceh Singkil, dan Aceh Tamiang masing-masing tiga lokasi. Aceh Tengah memiliki empat lokasi, Bener Meriah lima lokasi, serta Bireuen sebanyak enam lokasi.

Untuk jumlah terbanyak, Aceh Selatan menjadi daerah dengan titik pelaksanaan salat Id paling banyak, yakni sembilan lokasi.

Yamin menegaskan, seluruh pelaksanaan salat Id diprioritaskan di ruang terbuka seperti halaman atau lapangan.

“Semua salat Id kita di halaman atau lapangan terbuka. Kecuali jika kondisi hujan, maka salat dilakukan di dalam masjid,” ujarnya.

Namun demikian, ia menyebut jumlah tersebut masih berpotensi bertambah. Pasalnya, belum semua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) kabupaten/kota menyampaikan laporan secara rinci, bahkan sebagian belum melaporkan sama sekali.

“Data ini kemungkinan masih terus bertambah, karena masih ada daerah yang belum melaporkan titik pelaksanaan salat Idulfitri di wilayah mereka,” katanya.

Yamin juga mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk melaksanakan salat Idulfitri di lokasi yang telah ditetapkan tersebut.

Sebagaimana diketahui, Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan ini didasarkan pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) dan tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI