Minggu, 14 Juni 2026
Beranda / Berita / Aceh / Ribuan Warga Aceh Antar Kepergian Abu Doto di Masjid Raya Baiturrahman

Ribuan Warga Aceh Antar Kepergian Abu Doto di Masjid Raya Baiturrahman

Sabtu, 13 Juni 2026 18:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Ribuan jamaah memadati Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Banda Aceh, Sabtu (13/6/2026) sore untuk melaksanakan salat jenazah mantan Gubernur Aceh periode 2012-2017, dr H. Zaini Abdullah atau yang akrab disapa Abu Doto. [Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ribuan jemaah memadati Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Banda Aceh, Sabtu (13/6/2026) sore untuk melaksanakan salat jenazah mantan Gubernur Aceh periode 2012-2017, dr H. Zaini Abdullah atau yang akrab disapa Abu Doto.

Almarhum meninggal dunia pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 12.40 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh dalam usia 86 tahun. Usai disalatkan di Masjid Raya Baiturrahman, jenazah diberangkatkan untuk dimakamkan di Gampong Teureubue, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie.

Salat jenazah dipimpin oleh Tgk H. Muzakir Hamid yang merupakan keluarga almarhum. Sejumlah tokoh nasional dan daerah turut hadir, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, mantan Menteri PAN-RB Azwar Abubakar, anggota DPRA, DPRK Banda Aceh, ulama, akademisi, serta masyarakat dari berbagai daerah di Aceh.

Usai pelaksanaan salat jenazah, Wakil III Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Tgk H. Mufakhir Muhammad, menyampaikan sambutan mewakili keluarga dan pengurus masjid.

Dalam tausiahnya, Tgk Mufakhir mengingatkan bahwa setiap manusia akan kembali kepada Allah SWT sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an bahwa segala yang ada di muka bumi akan binasa dan hanya Allah yang Maha Kekal.

Ia juga mengenang Abu Doto sebagai sosok yang taat menjalankan ajaran agama, baik sebelum menjabat sebagai gubernur maupun setelah tidak lagi memimpin Aceh.

"Kami melihat beliau sebagai seorang hamba Allah yang taat. Sebelum menjadi gubernur, ketika menjabat gubernur, maupun setelahnya, beliau tetap dekat dengan nilai-nilai agama," kata Tgk Mufakhir.

Menurutnya, salah satu peninggalan yang patut dikenang dari almarhum adalah keterlibatannya dalam pembangunan Masjid Babul Sa'adah di Gampong Teureubue, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie bersama masyarakat setempat.

Tgk Mufakhir mengatakan pembangunan rumah ibadah merupakan amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Ia berharap segala amal baik yang dilakukan almarhum selama hidup menjadi bekal di akhirat.

"Beliau ikut membangun rumah Allah. Semoga apa yang telah beliau lakukan menjadi amal yang diterima oleh Allah SWT," ujarnya.

Selain itu, Tgk Mufakhir mengaku memiliki kedekatan dengan keluarga besar almarhum. Menurutnya, hubungan persahabatan antara keluarga mereka telah terjalin sejak lama.

Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk memberikan kesaksian terbaik terhadap almarhum. Menurutnya, selama hidup Abu Doto dikenal sebagai pribadi yang baik dan memiliki hubungan yang baik dengan masyarakat.

Di akhir sambutannya, Tgk Mufakhir menyampaikan permohonan maaf atas nama keluarga serta meminta seluruh jamaah untuk mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

"Atas nama keluarga dan pengurus Masjid Raya Baiturrahman Aceh, kami memohon maaf apabila selama hidup almarhum terdapat kesalahan dan kekhilafan. Mari kita doakan semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosanya dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya," tutup Tgk Mufakhir. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI