DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ribuan masyarakat memadati Lapangan Blang Padang dalam gelaran Banda Aceh Experience City Expo 2026 yang berlangsung sejak 20 hingga 22 April 2026.
Puncak kegiatan terjadi pada Rabu (22/4/2026) malam dengan antusiasme warga yang membludak menikmati rangkaian acara.
Salah satu momen yang paling dinanti adalah penampilan penyanyi jebolan Indonesian Idol asal Aceh, Nabila Taqiyyah, yang sukses menghibur pengunjung dan menambah semarak suasana perayaan.
Kegiatan yang digelar oleh Pemerintah Kota Banda Aceh ini merupakan bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-821 Kota Banda Aceh. Berbagai hiburan, pameran, hingga ruang interaksi masyarakat dihadirkan untuk memperkaya pengalaman pengunjung.
Sebanyak 130 tenant UMKM turut ambil bagian dalam expo ini. Beragam produk ditawarkan, mulai dari kuliner khas Aceh, produk fashion, hingga kerajinan kreatif. Kehadiran para pelaku usaha ini menjadi daya tarik tersendiri sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal.
Salah seorang pengunjung, Nurul, mengaku senang dengan pelaksanaan expo tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk menikmati produk lokal dan berinteraksi.
“Acara seperti ini sangat bagus, ramai, dan banyak pilihan. Kita bisa belanja sekaligus menikmati hiburan,” ujarnya kepada media dialeksis.com, Rabu (22/4/2026)malam.
Selain itu, suasana expo semakin hidup dengan penampilan sejumlah musisi Aceh. Panitia juga menghadirkan “Ruang Asa” sebagai wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan harapan terhadap pembangunan kota.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, mengajak masyarakat untuk tidak hanya hadir sebagai pengunjung, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung kegiatan tersebut.
“Banda Aceh adalah kota yang tidak hanya dibangun, tetapi dihidupi oleh warganya. Melalui City Expo ini, kita memperkuat kebersamaan dan membuka peluang untuk memperkenalkan Banda Aceh ke tingkat yang lebih luas,” ujarnya.
Ia berharap, kegiatan seperti Banda Aceh Experience City Expo tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan semata, tetapi mampu menjadi platform berkelanjutan yang mempertemukan berbagai elemen kota dalam satu ruang kolaborasi yang nyata.
Menurut Illiza Sa'aduddin Djamal, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas kreatif, hingga masyarakat umum menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan kota yang inklusif dan berdaya saing.
Ia menegaskan, expo semacam ini harus terus diperkuat dari tahun ke tahun, baik dari sisi kualitas penyelenggaraan, keterlibatan UMKM, maupun inovasi program yang ditawarkan. Dengan begitu, Banda Aceh tidak hanya menjadi pusat kegiatan ekonomi lokal, tetapi juga mampu menarik perhatian di tingkat nasional bahkan internasional.
“Ke depan, kita ingin kegiatan ini menjadi ruang lahirnya ide-ide baru, memperluas jejaring usaha, serta membuka peluang investasi yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. [nh]