Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Saat Ratusan Kendaraan Menginap di Pelabuhan Ulee Lheue, Ini Strategi Dishub Aceh

Saat Ratusan Kendaraan Menginap di Pelabuhan Ulee Lheue, Ini Strategi Dishub Aceh

Selasa, 31 Maret 2026 17:15 WIB

Font: Ukuran: - +

Kepala UPTD Wilayah I Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue Dinas Perhubungan Aceh, Husaini Jamil, mengatakan bahwa pengelolaan Satuan Ruang Parkir (SRP) saat ini diprioritaskan untuk kendaraan roda empat. Dari total kapasitas resmi, hanya tersedia 98 slot parkir untuk mobil. [Foto: RRI]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Lonjakan arus balik di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue memaksa pengelola mengoptimalkan kapasitas parkir yang terbatas demi menjaga kelancaran arus kendaraan dan kenyamanan penumpang tujuan Sabang.

Kepala UPTD Wilayah I Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue Dinas Perhubungan Aceh, Husaini Jamil, mengatakan bahwa pengelolaan Satuan Ruang Parkir (SRP) saat ini diprioritaskan untuk kendaraan roda empat. Dari total kapasitas resmi, hanya tersedia 98 slot parkir untuk mobil.

“Kalau yang resmi kita sampaikan, kita menghitung SRP, baik roda dua maupun roda empat. Kita fokus di roda empat, yang SRP-nya kita sediakan 98 tempat parkir,” ujar Husaini, melansir RRI, Selasa (31/3/2026).

Untuk mengakomodasi lonjakan kendaraan, gudang atau hanggar pelabuhan dialihkan fungsinya sebagai tempat parkir sepeda motor. Sementara itu, kendaraan roda empat yang tidak tertampung di area resmi diarahkan ke ruang-ruang kosong di sekitar pelabuhan.

Secara faktual, jumlah kendaraan yang menginap jauh melampaui kapasitas. “Kalau kita hitung secara manual, hari ini mobil yang inap, penumpang yang berangkat ke Sabang, itu mencapai lebih dari 700 unit,” kata Husaini, 

Kondisi tersebut disiasati dengan pengaturan parkir secara fleksibel namun tetap dalam pengawasan ketat petugas. Kendaraan diperbolehkan parkir di area kosong, dengan syarat tidak mengganggu sirkulasi keluar-masuk kendaraan serta tidak menghalangi kendaraan lain yang lebih dulu terparkir.

“Yang kita awasi, pertama tidak boleh parkir di sirkulasi keluar masuk kendaraan. Kedua, tidak menutupi mobil yang lebih dulu parkir, sehingga penumpang yang baru pulang dari Sabang bisa keluar lebih mudah,” jelasnya.

Pengawasan dilakukan secara intensif melalui integrasi kamera pengawas (CCTV) serta koordinasi tim selama 24 jam. Upaya ini dilakukan untuk memastikan pelayanan tetap berjalan kondusif di tengah tingginya mobilitas penumpang.

Husaini menambahkan, hingga memasuki H+9 Lebaran, kondisi di pelabuhan relatif terkendali dengan minimnya keluhan dari pengguna jasa penyeberangan. [r]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI