Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Setelah Dikritik Akhirnya PUPR Aceh Turunkan Alat Berat ke Aceh Tengah

Setelah Dikritik Akhirnya PUPR Aceh Turunkan Alat Berat ke Aceh Tengah

Rabu, 07 Januari 2026 23:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Baga
Alat berat PUPR Aceh yang sudah beroperasi di Aceh Tengah. (foto/ Dok)

DIALEKSIS.COM | Takengon - Setelah mendapat kritikan pedas, PUPR Aceh yang lepas tanggungjawab dalam membuka akses jalan, akhirnya alat berat diturunkan ke Kabupaten Aceh Tengah. Hingga Rabu (7/1/2026) sudah ada empat unit alat berat yang diturunkan ke negeri penghasil kopi ini.

Lambanya diturunkan alat berat ke Aceh Tengah, dimana banyak ruas jalan yang terkena longsor menjadi tanggungjawab provinsi. Dampaknya Pemda Aceh Tengah kalang kabut dalam membebaskan masyarakat yang terisolir.

Setelah sebulan musibah baru pihak PUPR Aceh menurunkan alat berat ke Aceh Tengah, membantu PUPR Daerah dalam membebaskan masyarakat dari keterisoliranya, serta memperbaiki fasilitas lainya yang rusak.

Plt Kadis PUPR Aceh Tengah, Pijas Visara, menjawab Dialeksis.com, membenarkan bahwa sudah ada 4 unit alat berat yang diturunkan PUPR Aceh. “Hari ini ada dua unit lagi yang datang,”jelas Pijas, singkat.

Anehnya, keterlambatan pihak provinsi Aceh dalam membantu Pemda Aceh Tengah membebaskan masyarakat dari ketisoliran, justru ada aktivis yang membawa bendera organisasi memberikan apresiasi yang tinggi dan memberikan nilai A+ untuk PUPR Aceh.

Tokoh muda yang sering menyuarakan aspirasi rakyat dan berdemo di Aceh Tengah ini, memberikan nilai A+ untuk PUPR Aceh atas langkah konkret menerobos daerah terisolir dan membuka kembali akses jalan yang sempat lumpuh pasca bencana. Pernyataan itu dia sampaikan ke media.

Publik justru memprotes kinerja PUPR Aceh yang sudah sebulan lebih bencana, baru menurunkan alat berat. Namun ada pihak yang memberikan nilai A+ dalam menerobos isolasi daerah. Kawasan mana hingga hari ini sudah diterobos dengan menggunakan alat PUPR Aceh?

Catatan Dialeksis.com, PUPR Aceh baru menurunkan satu unit alat berat jenis ekskavator (beko) Jumat (26/12/2025) sebulan setelah musibah. Kemudian mendapat kritikan pedas, PUPR lepas tanggungjawab. Setelah Dialeksis com menurunkan berita, tiga hari kemudian kembali diturunkan satu unit beko.

Pada Rabu (7/12/2026) kembali dihadirkan dua unit alat berat. Kehadiran empat unit alat berat ini di harapkan mampu mempercepat pembukaan akses kawasan yang terisolir, serta membersihkan puing-puing perkampungan masyarakat yang terkena musibah.

Titik kerusakanya cukup banyak, diseluruh penjuru Aceh Tengah. Belum lagi PUPR Aceh Tengah mendapatkan tugas membersihkan area hunian sementara dan nantinya hunian tetap. Dengan hadirnya alat berat PUPR Aceh sudah meringankan beban daerah, dimana selama ini tanggungjawab PUPR Aceh dikerjakan oleh daerah.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI