Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Soal Bantuan Masyarakat Aceh di Malaysia, Bos Pon Sebut Telah Diserahkan ke Tengku Jamaika

Soal Bantuan Masyarakat Aceh di Malaysia, Bos Pon Sebut Telah Diserahkan ke Tengku Jamaika

Sabtu, 11 April 2026 16:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Ketua Sabena Malaysia, Saiful Bahri atau yang akrab disapa Bos Pon. [Foto: Tangkapan layar media dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ketua Sabena Malaysia, Saiful Bahri atau yang akrab disapa Bos Pon, akhirnya angkat bicara terkait persoalan bantuan kemanusiaan untuk Aceh yang belakangan menjadi sorotan publik.

Dalam sebuah video berdurasi 2 menit 30 detik yang diunggah melalui akun TikTok pribadinya, Bos Pon menegaskan bahwa seluruh bantuan yang dikumpulkan tidak pernah diperjualbelikan dan hingga kini masih berada di Malaysia.

Menjawab pertanyaan publik mengenai ke mana bantuan tersebut diserahkan, Bos Pon menjelaskan bahwa logistik itu telah dipercayakan kepada sosok yang dikenal sebagai Teungku Jamaika. Ia menyebut, penyerahan itu dilakukan karena Teungku Jamaika merupakan pihak yang dilantik oleh Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Mualem.

“Bantuan tersebut sudah tidak ada lagi di gudang saya. Sekarang posisinya berada di gudang Pelabuhan Klang,” ujar Bos Pon dalam video tersebut yang dilansir media dialeksis.com, Sabtu (11/4/2026).

Ia memaparkan, keputusan menyerahkan bantuan bukan tanpa alasan. Sejak Desember, pihaknya telah berupaya mengurus surat resmi untuk pengiriman bantuan ke Aceh, namun hingga Februari dokumen tersebut belum juga terbit.

“Sebagai orang yang mengumpulkan bantuan, bukan tidak mungkin saya menahan bantuan tersebut. Tapi kenyataannya, sampai hari ini sudah empat bulan bantuan itu belum bisa dibawa pulang,” ungkapnya.

Bos Pon berharap persoalan administrasi yang menghambat pengiriman bantuan dapat segera diselesaikan dalam waktu dekat. Ia mengajak semua pihak untuk mendoakan agar bantuan tersebut bisa segera diberangkatkan ke Aceh.

“Kita berdoa saja dalam bulan ini bisa diselesaikan. Saat ini bantuan masih berada di Pelabuhan Klang dalam proses pemulangan,” katanya.

Lebih lanjut, Bos Pon dengan tegas membantah tudingan yang menyebut bantuan tersebut telah dijual. Ia menyebut isu tersebut sebagai fitnah yang tidak berdasar.

“Kalau memang ada yang bilang bantuan itu dijual, silakan tunjukkan buktinya. Kalau benar, laporkan saja supaya bisa kita proses secara hukum. Jangan hanya menyebarkan tuduhan tanpa dasar,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan adanya kejanggalan dalam akses terhadap bantuan tersebut. Meski dirinya bersama Datuk yang disebut sebagai pihak pertama penggerak pengumpulan bantuan di Malaysia telah mengambil kembali logistik itu, mereka justru tidak diberi akses untuk melihat langsung kondisi barang.

“Orang yang tidak terlibat justru bisa masuk. Sementara kami yang dari awal mengumpulkan bantuan tidak diberi akses,” ujarnya.

Bos Pon menegaskan, peran Datuk dalam penggalangan bantuan sangat besar. Ia bahkan menyebut, tanpa inisiatif awal dari Datuk, bantuan tersebut tidak akan pernah terkumpul.

“Kalau Datuk tidak bersuara, tidak akan ada bantuan tersebut. Walaupun kami disisihkan, tidak masalah, yang penting bantuan itu bisa sampai ke Aceh,” tutupnya. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI