Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Stok Darah Menipis, Ketua PMI Banda Aceh Ajak Warga Donor Darah

Stok Darah Menipis, Ketua PMI Banda Aceh Ajak Warga Donor Darah

Selasa, 13 Januari 2026 20:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Persediaan stok darah di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh kembali menipis. [Foto: Dokumen untuk dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Persediaan stok darah di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh dilaporkan menipis.

Kondisi ini berpotensi menghambat pelayanan transfusi darah di sejumlah rumah sakit, khususnya bagi pasien dengan penyakit kronis seperti talasemia yang sangat bergantung pada transfusi darah secara rutin.

Ketua PMI Kota Banda Aceh, Ahmad Haeqal Asri, mengatakan bahwa kebutuhan darah saat ini bersifat mendesak dan membutuhkan respon cepat dari masyarakat.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif sebagai relawan donor darah demi menyelamatkan nyawa sesama.

“Saat ini persediaan stok darah di Unit Donor Darah PMI Kota Banda Aceh sedang menipis. Kami sangat membutuhkan bantuan para relawan darah. Setetes darah yang Anda donorkan dapat menjadi harapan hidup bagi mereka yang membutuhkan, terutama saudara-saudara kita penyintas talasemia yang menunggu transfusi darah dari rumah sakit,” kata Ahmad Haeqal Asri kepada media dialeksis.com, Selasa (13/1/2026).

Menurutnya, kebutuhan darah tidak pernah berhenti, sementara jumlah pendonor tidak menentu. Dalam beberapa waktu terakhir, jumlah pendonor mengalami penurunan, sementara permintaan transfusi dari rumah sakit terus meningkat. Kondisi tersebut membuat ketersediaan darah di PMI semakin terbatas.

Ahmad Haeqal menjelaskan bahwa donor darah merupakan wujud nyata solidaritas kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa satu kantong darah yang didonorkan dapat menyelamatkan lebih dari satu nyawa.

“Kami mengajak Bapak dan Ibu, para pahlawan kemanusiaan, untuk datang langsung ke Unit Donor Darah PMI Kota Banda Aceh. Kehadiran Anda sangat berarti bagi pasien-pasien yang saat ini sedang berjuang mempertahankan hidupnya,” ujarnya.

PMI Kota Banda Aceh memastikan bahwa seluruh proses donor darah dilakukan sesuai standar kesehatan dan keselamatan, dengan pengawasan tenaga medis profesional. Masyarakat yang ingin mendonor dapat datang langsung ke UDD PMI Kota Banda Aceh pada jam pelayanan yang telah ditentukan.

Selain memenuhi kebutuhan pasien talasemia, stok darah juga dibutuhkan untuk penanganan pasien kecelakaan, ibu melahirkan, hingga pasien yang menjalani tindakan medis darurat. Oleh karena itu, PMI berharap kesadaran dan partisipasi masyarakat dapat terus meningkat.

“Setiap tetes darah adalah kehidupan. Kami berharap masyarakat Banda Aceh dan sekitarnya tergerak untuk membantu sesama melalui donor darah,” pungkas Ahmad Haeqal Asri. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI