DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh membahas penerapan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang berfokus pada tiga aspek utama, yakni sosial, lingkungan, dan tata kelola.
Kegiatan yang berlangsung di Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, tersebut menjadi ruang diskusi untuk menyelaraskan pemahaman dan merumuskan langkah penerapan SDGs yang sesuai dengan kebutuhan institusi perguruan tinggi.
FGD ini dihadiri Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Muhammad Yasir Yusuf, S.Ag., M.A., Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Reza Idria, S.H.I., M.A., Ph.D., serta Rizna Rahmi, Ph.D., selaku panitia pelaksana.
Pembahasan diarahkan pada identifikasi persoalan, pemetaan kebutuhan, serta perumusan langkah konkret yang dapat diterapkan di lingkungan kampus. Hasil diskusi diharapkan menjadi landasan penyusunan regulasi tetap sebagai pedoman bagi sivitas akademika dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
Wakil Rektor I UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Muhammad Yasir Yusuf, menekankan pentingnya proses pembahasan yang sistematis dan terukur agar penerapan SDGs dapat disesuaikan dengan kondisi serta kapasitas institusi.
Melalui pendekatan tersebut, prinsip pembangunan berkelanjutan diharapkan tidak hanya menjadi konsep, tetapi juga dapat diterjemahkan ke dalam program dan kebijakan kampus yang realistis serta dapat diimplementasikan.
Sementara itu, Wakil Rektor III UIN Ar-Raniry, Dr. Reza Idria, menyoroti pentingnya koordinasi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk mendukung pencapaian SDGs.
Koordinasi tersebut diperlukan agar upaya pembangunan berkelanjutan yang dijalankan perguruan tinggi selaras dengan arah kebijakan nasional dan komitmen Indonesia terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan yang disepakati negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Rizna Rahmi, Ph.D., selaku panitia pelaksana mengatakan selain menjadi forum pertukaran gagasan, FGD ini juga mendorong penguatan koordinasi lintas bidang di lingkungan kampus.
"Sinkronisasi dinilai penting agar program yang dijalankan setiap unit dapat saling mendukung dan berkontribusi terhadap tujuan institusi," ujarnya.
Untuk memperdalam pembahasan, peserta dibagi ke dalam tiga kelompok berdasarkan aspek yang menjadi fokus diskusi.
"Setiap kelompok membahas persoalan, tantangan, serta peluang penerapan pembangunan berkelanjutan sesuai bidang masing-masing," katanya
Kelompok sosial yang difasilitasi Suci Fajarni, M.A., dosen Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, membahas isu pendidikan inklusif, kesetaraan gender, serta pemenuhan hak kelompok rentan dan penyandang disabilitas.
Pembahasan ini menitikberatkan pada pentingnya membangun lingkungan perguruan tinggi yang inklusif, dengan memperhatikan kesetaraan akses, kesempatan, dan pemenuhan hak seluruh sivitas akademika.
Sementara itu, kelompok lingkungan yang difasilitasi M. Ridwan Harahap, M.Sc., membahas keberlanjutan lingkungan serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk memperkuat pengelolaan lingkungan di lingkungan kampus.
Adapun kelompok tata kelola yang difasilitasi Dr. Ihdi Karim Makinara membahas pengelolaan dan koordinasi dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan berkelanjutan.
Aspek ini menjadi perhatian untuk memastikan kebijakan dan program dapat direncanakan, dijalankan, serta dievaluasi secara terarah.
"Ketiga kelompok tersebut diharapkan menghasilkan masukan yang saling melengkapi. Aspek sosial, lingkungan, dan tata kelola perlu diintegrasikan dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kebijakan institusi agar penerapan SDGs dapat berjalan secara terpadu," ujarnya.
Melalui FGD ini, UIN Ar-Raniry berupaya memperkuat komitmen sivitas akademika dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam kebijakan dan program kampus.
"Upaya tersebut juga berkaitan dengan SDGs tujuan ke-17, yakni Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang menekankan pentingnya kolaborasi dan koordinasi antarpihak dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan," tutupnya. [*]