DIALEKSIS.COM | Aceh - Dua kejadian bencana alam beberapa hari ini terjadi di dua kabupaten Provinsi Aceh dimulai dari Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Aceh, mengimbau masyarakat waspadai potensi tanah longsor di kawasan Gunung Singgah Mata, sementara banjir akibat luapan Sungai Manggamat merendam tujuh desa di Kluet Tengah, Aceh Selatan, sejak Kamis (4/4) sore. Kedua bencana ini mengancam akses transportasi dan permukiman warga di wilayah tersebut.
Melalui informasi disamapikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Nagan Raya, Tamarlan, Kamis (4/4), mengingatkan pengguna jalan yang melintasi ruas Nagan Raya-Aceh Tengah di kawasan Gunung Singgah Mata untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Kawasan hutan lindung ini sangat rawan longsor jika diguyur hujan lebat. Masyarakat diharap menghindari area tebing dan memantau informasi cuaca,” ujarnya.
Gunung Singgah Mata di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang menjadi jalur alternatif utama penghubung wilayah tengah, pantai timur, dan utara Aceh. Ruas ini juga diminati pengguna jalan dari wilayah tengah yang hendak ke pantai barat selatan karena memangkas jarak tempuh. “Kami terus memantau kondisi lereng dan berkoordinasi dengan BPBD untuk mitigasi darurat,” tambah Tamarlan.
Sementara itu kejadian bencana terjadi, di Kabupaten Aceh Selatan, banjir menerjang tujuh desa di Kecamatan Kluet Tengah setelah Sungai Manggamat meluap akibat hujan lebat sejak Kamis (4/4) siang. Staf Pusat Data BPBA Aceh, Haslinda Juwita, menyatakan, “Ketinggian air mencapai 50-80 cm, menggenangi permukiman dan jalan antardesa di Kecamatan Sawang.”
Desa terdampak meliputi Jambo Papan, Malaka, Simpang Dua, Padang, Koto, Pulo Air, dan Mersak, dengan total 644 jiwa (167 KK) terdampak. Hingga Jumat (5/4), genangan masih tertahan di sejumlah titik.
“Pendataan kerusakan material dan pengungsian masih berlangsung. Tim BPBD Aceh Selatan bersama damkar PB 08 Kluet Tengah dan muspika setempat terus melakukan pemantauan lapangan,” jelas Haslinda.
Kedua bencana ini menyoroti kerentanan Aceh terhadap dampak cuaca ekstrem. Di Nagan Raya, upaya preventif seperti pemasangan rambu peringatan dan patroli rutin dijalankan untuk mengurangi risiko longsor.
Sementara di Aceh Selatan, BPBA mengimbau warga menghindari daerah aliran sungai selama musim hujan dan menyiapkan posko darurat.
“Kami berharap kesiapsiagaan masyarakat meningkat, terutama di wilayah rawan bencana. Koordinasi antarinstansi terus diperkuat untuk respons cepat,” pungkas Haslinda.