Senin, 27 Juli 2026
Beranda / Berita / Dunia / 7 Kandidat Terkuat Pengganti António Guterres sebagai Sekjen PBB

7 Kandidat Terkuat Pengganti António Guterres sebagai Sekjen PBB

Minggu, 26 Juli 2026 23:00 WIB

Font: Ukuran: - +


Gedung Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat. Foto : Antara 


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Persaingan untuk menjadi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berikutnya kini diikuti tujuh kandidat setelah Uganda mengajukan Olara Otunnu pada Sabtu (25/7).

Otunnu menjadi kandidat terbaru dalam pemilihan pengganti António Guterres, yang akan mengakhiri masa jabatannya pada 31 Desember 2026.

Mengutip AFP, PBB telah memberi tahu negara-negara anggotanya mengenai pencalonan Otunnu yang diajukan oleh pemerintah Uganda.

Pria berusia 75 tahun itu pernah menjabat Wakil Sekretaris Jenderal PBB dan Perwakilan Khusus untuk Anak-anak dan Konflik Bersenjata pada 1997 hingga 2005, ketika PBB dipimpin Kofi Annan.

Otunnu juga pernah menjadi utusan Uganda untuk PBB dan sempat menjabat menteri luar negeri negara tersebut.

Pada pemilihan presiden Uganda 2011, Otunnu maju sebagai kandidat dari partai oposisi Uganda People's Congress.

Namun, ia kalah dari Yoweri Museveni, yang telah memimpin Uganda sejak 1986.

Sebelum Otunnu bergabung, enam kandidat lain telah mengikuti debat yang disiarkan televisi pada Kamis (23/7).

Berikut daftar tujuh kandidat Sekjen PBB:


  1. Michelle Bachelet dari Chile
  2. Maria Fernanda Espinosa dari Ekuador
  3. Rafael Grossi dari Argentina
  4. Rebeca Grynspan dari Kosta Rika
  5. Carolyn Rodrigues-Birkett dari Guyana
  6. Macky Sall dari Senegal
  7. Olara Otunnu dari Uganda

Lebih lanjut, sebanyak 15 anggota Dewan Keamanan PBB dijadwalkan menggelar pemungutan suara tertutup pertama pada 30 Juli untuk mengetahui tingkat dukungan terhadap setiap kandidat.

Pemungutan suara awal yang disebut straw poll itu dilakukan secara anonim dan dapat dilanjutkan dengan sejumlah putaran serupa hingga muncul satu kandidat yang memenuhi syarat.

Seorang kandidat membutuhkan sedikitnya sembilan suara dan tidak boleh mendapat veto dari salah satu dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB.

Lima anggota tetap tersebut adalah Amerika Serikat (AS), Inggris, China, Prancis, dan Rusia.

Nama kandidat yang terpilih kemudian akan diajukan kepada Majelis Umum PBB untuk ditetapkan secara resmi sebagai sekretaris jenderal.

Sekretaris jenderal terpilih dijadwalkan mulai menjabat pada 1 Januari 2027. [CNN Indonesia]

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI