Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / Badai Debu dan Petir Terjang India Utara, 96 Orang Tewas

Badai Debu dan Petir Terjang India Utara, 96 Orang Tewas

Kamis, 14 Mei 2026 22:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Orang-orang menyingkirkan pohon yang tumbang menimpa mobil saat badai hebat di Prayagraj, negara bagian Uttar Pradesh di India utara, 13 Mei 2026 [Foto: Reuters]


DIALEKSIS.COM | Dunia - Badai debu, hujan lebat, dan petir merusak rumah dan bangunan lainnya serta menewaskan sedikitnya 96 orang di India utara, kata para pejabat pada hari Kamis (14/5/2026).

Badai tersebut juga melukai lebih dari 50 orang saat menerjang beberapa distrik pada Rabu malam di Uttar Pradesh, negara bagian terpadat di India.

Para pejabat mengatakan beberapa kematian disebabkan oleh pohon tumbang, bangunan yang runtuh, dan petir. Polisi dan tim penanggulangan bencana menggunakan gergaji mesin dan derek untuk membersihkan pohon tumbang dari jalan dan rel kereta api di beberapa distrik.

Badai sering terjadi di India utara selama musim panas dari Maret hingga Juni, sebelum hujan monsun tahunan tiba.

Narendra N. Srivastava, seorang pejabat administrasi, mengatakan tim darurat dikerahkan di seluruh daerah yang terkena dampak dan rumah, tanaman, dan infrastruktur listrik rusak parah, terutama di distrik pedesaan.

Di distrik Prayagraj, warga menggambarkan kepanikan saat angin kencang menerjang lingkungan sekitar.

“Badai datang tiba-tiba dan langit menjadi gelap gulita dalam hitungan menit,” kata Ram Kishore. “Atap seng beterbangan dan orang-orang berlari masuk ke dalam rumah. Kami bisa mendengar pohon-pohon tumbang sepanjang malam.”

Di distrik Bhadohi yang berdekatan, Savitri Devi mengatakan keluarganya nyaris lolos setelah angin kencang merusak rumah lumpur mereka.

“Kami bergegas keluar ketika dinding mulai berguncang karena angin. Atap kami runtuh beberapa saat kemudian. Kami bermalam di rumah kerabat,” katanya.

Ketua Menteri Uttar Pradesh, Yogi Adityanath, memerintahkan para pejabat untuk menyelesaikan operasi bantuan dalam waktu 24 jam dan mengarahkan pihak berwenang untuk memberikan kompensasi dan bantuan darurat kepada keluarga yang terkena dampak. [AP/abc news]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI