DIALEKSIS.COM | Internasional - Pasukan Israel kembali melancarkan serangkaian serangan udara di atas wilayah Teheran, Iran, pada Rabu (4/3) malam. Serangan tersebut diklaim menyasar infrastruktur militer milik rezim Iran.
Mengutip laporan CNN, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan bahwa operasi itu merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk melemahkan kemampuan militer Teheran.
Sebelumnya, pada hari yang sama, Israel juga menggempur puluhan aset jaringan rudal balistik Iran di wilayah barat dan tengah negara tersebut. IDF menyebut sejumlah peluncur rudal dihantam saat agen Iran tengah bersiap menggunakannya untuk menyerang Israel.
Serangan terbaru ini tercatat sebagai gelombang ke-11 yang dilancarkan Israel terhadap Teheran sejak Sabtu, 28 Februari lalu.
“Kami menyerang rezim dengan kekuatan besar dan tidak berniat berhenti. Kami menyasar target paling sensitif dan signifikan, serta telah merusak stabilitasnya,” ujar juru bicara IDF, Effie Defrin, dalam konferensi pers Rabu malam.
Dalam perkembangan lain, Angkatan Udara Israel mengklaim berhasil menembak jatuh jet tempur Iran jenis Yak-130 buatan Rusia menggunakan pesawat tempur F-35.
Dilansir The Times of Israel, peristiwa ini disebut sebagai kali pertama jet tempur F-35 menembak jatuh pesawat berawak dalam pertempuran udara. Insiden tersebut juga menjadi pertempuran udara-ke-udara pertama yang melibatkan pesawat berawak bagi Angkatan Udara Israel dalam hampir 40 tahun terakhir.
Terakhir kali Israel menembak jatuh pesawat berawak musuh terjadi pada 24 November 1985 di Lebanon, ketika jet tempur F-15 Israel menjatuhkan dua pesawat tempur Suriah MiG-23.
Konflik bersenjata antara Israel dan Amerika Serikat (AS) melawan Iran telah berlangsung sejak 28 Februari lalu. Teheran membalas serangan gabungan tersebut dengan menggempur sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.
Ledakan dilaporkan terjadi di sejumlah negara Teluk, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Bahrain, hingga Irak.
Sejumlah negara Arab mengecam serangan Iran karena dinilai melanggar wilayah kedaulatan mereka. Namun, pemerintah Iran menegaskan bahwa serangannya hanya menyasar pangkalan militer AS dan bukan ditujukan kepada negara-negara tetangga.