Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / Israel Tingkatkan Status Siaga, Sinyal Serangan Gabungan ke Iran Menguat

Israel Tingkatkan Status Siaga, Sinyal Serangan Gabungan ke Iran Menguat

Kamis, 19 Februari 2026 08:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Rudal Iran. Foto: iStock


Artikel ini telah diterbitkan di halaman SINDOnews.com pada Sabtu, 28 Juni 2025 - 19:30 WIB oleh Nanang Wijayanto dengan judul "Rudal Iran Hancurkan Infrastruktur Israel, Kerugian Tembus Rp49 Triliun". Untuk selengkapnya kunjungi:

https://ekbis.sindonews.com/read/1586127/33/rudal-iran-hancurkan-infrastruktur-israel-kerugian-tembus-rp49-triliun-1751112371


Untuk membaca berita lebih mudah, nyaman, dan tanpa banyak iklan, silahkan download aplikasi SINDOnews.

- Android: https://sin.do/u/android

- iOS: https://sin.do/u/ios


DIALEKSIS.COM | Internasional - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas. Israel dilaporkan meningkatkan status siaga nasional dan memperkuat persiapan militernya di tengah indikasi kemungkinan serangan gabungan bersama Amerika Serikat terhadap Iran dalam beberapa hari ke depan.

Mengutip laporan CNN, dua sumber Israel salah satunya pejabat militer menyebut Tel Aviv dalam beberapa pekan terakhir mempercepat perencanaan operasional. Langkah ini dipicu oleh sikap skeptis Israel terhadap jalannya perundingan nuklir antara Washington dan Teheran, meski pihak Amerika Serikat mengklaim negosiasi menunjukkan kemajuan.

Sumber tersebut menegaskan, Israel tetap menyiapkan berbagai skenario serangan terhadap Iran, meskipun Amerika sempat menurunkan tensi terkait wacana aksi militer terhadap Teheran. Bahkan, salah satu sumber menyebut, jika mendapat persetujuan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, operasi militer yang dirancang kali ini berpotensi melampaui eskalasi konflik sebelumnya, termasuk serangan terhadap sejumlah situs nuklir Iran pada Juni lalu.

Operasi tersebut disebut-sebut akan melibatkan koordinasi militer antara Washington dan Tel Aviv.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dilaporkan telah menggelar sejumlah konsultasi keamanan khusus dalam sepekan terakhir guna menilai kesiapan militer serta koordinasi lintas lembaga terkait kemungkinan operasi terbaru terhadap Iran.

Mantan Kepala Intelijen Militer Israel, Amos Yadlin, bahkan menyatakan situasi saat ini semakin mendekati fase konfrontasi terbuka. “Kita jauh lebih dekat dibanding sebelumnya (ke arah serangan),” ujarnya, Rabu (18/2), sebagaimana dikutip CNN.

Di parlemen Israel, Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan juga menggelar pengarahan tertutup bersama Kepala Komando Front Dalam Negeri militer Israel. Ketua komite, Boaz Bismuth, menegaskan bahwa Israel tengah menghadapi hari-hari penuh tantangan terkait Iran dan pemerintah bersama publik bersiap menghadapi segala kemungkinan.

Sementara itu, laporan Middle East Monitor (MEMO) menyebut Israel tengah mencari “lampu hijau” dari Amerika Serikat untuk turut serta dalam serangan terhadap sistem rudal balistik Iran. Informasi tersebut, menurut Anadolu Agency, disampaikan lembaga penyiaran publik Israel, KAN, pada Rabu malam.

KAN melaporkan, skenario serangan terhadap sistem rudal balistik Iran mencuat di tengah spekulasi luas mengenai kemungkinan Presiden Trump memerintahkan serangan dalam waktu dekat.

Dalam 24 jam terakhir, penilaian lembaga keamanan Israel menunjukkan probabilitas serangan Amerika terhadap Iran meningkat signifikan. Meski demikian, putaran terbaru perundingan antara Washington dan Teheran terkait program nuklir Iran masih terus berlangsung.

Situasi ini menempatkan kawasan Timur Tengah dalam posisi rawan eskalasi, dengan dinamika diplomasi dan manuver militer berjalan beriringan di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI