Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / Ketegangan Selat Hormuz Memanas, Kapal Tanker Diserang di Perairan Irak

Ketegangan Selat Hormuz Memanas, Kapal Tanker Diserang di Perairan Irak

Kamis, 12 Maret 2026 23:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Kebakaran besar melanda dua kapal tanker minyak setelah serangan di Perairan Irak. [Foto: X / Aljazeera English]


DIALEKSIS.COM | Teheran - Dua kapal tanker bahan bakar terbakar setelah terkena serangan di perairan Teluk dekat Irak pada Rabu (11/3/2026) malam. Insiden tersebut menewaskan seorang awak kapal dan memicu operasi penyelamatan besar oleh otoritas setempat.

Kedua kapal yang menjadi sasaran adalah Safesea Vishnu berbendera Kepulauan Marshall dan Zefyros yang dilaporkan berbendera Malta. Keduanya diketahui baru saja memuat bahan bakar di Irak sebelum serangan terjadi.

Direktur Jenderal Perusahaan Umum Pelabuhan Irak, Farhan al-Fartousi, mengatakan tim penyelamat berhasil mengevakuasi 25 awak kapal dari dua kapal tersebut. Namun, satu awak kapal asing ditemukan tewas di laut, sementara beberapa lainnya sempat dilaporkan hilang.

Kedutaan Besar India di Baghdad menyatakan seorang warga India yang bekerja sebagai awak kapal juga tewas dalam serangan tersebut. Sementara 15 awak kapal India lainnya berhasil dievakuasi ke lokasi aman.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.

Kelompok militer Iran, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), sebelumnya memperingatkan bahwa kapal yang melintas di selat tersebut berpotensi menjadi target. Situasi ini semakin meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran global di kawasan Teluk.

Serangan juga dilaporkan menimpa beberapa kapal lain di wilayah sekitar Teluk Persia, termasuk kapal kargo yang terkena proyektil tak dikenal. Meski demikian, sebagian besar awak kapal dilaporkan selamat.

Ketegangan meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Iran agar tidak mengganggu jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.

Akibat insiden ini, operasi di pelabuhan minyak Irak sempat dihentikan sementara, meski pelabuhan komersial masih beroperasi normal. [Aljazeera]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI