Rabu, 01 Juli 2026
Beranda / Berita / Dunia / Ledakan Bom Rakitan Guncang Monaco, Tiga Orang Terluka, Polisi Buru Pelaku

Ledakan Bom Rakitan Guncang Monaco, Tiga Orang Terluka, Polisi Buru Pelaku

Selasa, 30 Juni 2026 12:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Petugas polisi Monaco berpatroli di dekat lokasi ledakan di sebuah gedung perumahan di Monaco, dekat perbatasan Prancis, pada 29 Juni 2026 [Foto: Valery Hache/AFP]


DIALEKSIS.COM | Monaco - Aparat kepolisian Monaco bersama Prancis memburu seorang pria yang diduga meledakkan bom rakitan di sebuah gedung apartemen di Monaco, Senin (29/6/2026) malam waktu setempat. Ledakan tersebut mengakibatkan tiga orang terluka, dua di antaranya dalam kondisi kritis.

Ledakan terjadi sekitar pukul 21.00 waktu setempat di sebuah bangunan apartemen di negara kecil di kawasan Riviera Prancis yang dikenal sebagai tempat tinggal para miliarder dan pusat kapal pesiar mewah.

Menteri Negara Monaco, Christophe Mirmand, mengatakan peristiwa itu merupakan ledakan yang dilakukan secara sengaja. Sebelumnya ia sempat menyebut insiden tersebut sebagai serangan, namun kemudian mengoreksi pernyataannya.

Korban terdiri atas sepasang suami istri berusia sekitar 50 hingga 60 tahun yang mengalami luka mengancam jiwa. Sementara itu, seorang remaja berusia 13 tahun yang diduga memiliki hubungan keluarga dengan pasangan tersebut mengalami luka yang lebih ringan.

Menurut Mirmand, perangkat peledak yang digunakan diduga berisi baut dan peluru timah sehingga meningkatkan daya rusaknya.

"Sepanjang pengetahuan saya, ini adalah pertama kalinya tindakan seperti ini terjadi dalam sejarah Monaco," ujarnya.

Seorang sumber yang mengetahui penyelidikan menyebut salah satu korban diduga adalah pengusaha asal Ukraina, Vadym Yermolaiev. Namun, pihak berwenang belum mengonfirmasi identitas para korban secara resmi.

Yermolaiev diketahui tinggal di Monaco dan pernah dikenai sanksi oleh pemerintah Ukraina pada Desember 2023 terkait dugaan aktivitas bisnis minuman beralkohol di Krimea yang diduduki Rusia.

Jaksa Agung Monaco, Stephane Thibault, mengatakan penyelidikan awal menunjukkan seorang pria meninggalkan sebuah tas atau paket di lobi gedung sebelum meninggalkan lokasi.

Media Prancis Le Figaro melaporkan rekaman kamera pengawas memperlihatkan seorang pria meletakkan ransel di pintu masuk gedung beberapa saat sebelum ledakan terjadi.

Pangeran Albert II mengecam peristiwa tersebut dan menyebutnya sebagai "kejahatan keji" yang mengguncang seluruh masyarakat Monaco.

Sementara itu, pejabat Kementerian Dalam Negeri Prancis menyatakan aparat keamanan kedua negara tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diduga telah melarikan diri.

Pascaledakan, kawasan sekitar lokasi kejadian langsung ditutup oleh aparat keamanan. Sejumlah personel polisi dikerahkan, sementara sebuah helikopter turut melakukan pemantauan dari udara untuk mendukung proses pencarian pelaku. [AFP, Reuters/Aljazeera]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
dishes