Selasa, 25 Agustus 2026
Beranda / Berita / Dunia / Macron Janjikan Rudal Pencegat, Eropa Perkuat Dukungan untuk Ukraina

Macron Janjikan Rudal Pencegat, Eropa Perkuat Dukungan untuk Ukraina

Senin, 24 Agustus 2026 19:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Presiden Perancis Emmanuel Macron. [Foto: Reuters]


DIALEKSIS.COM | Paris - Presiden Perancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Inggris Andy Burnham, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz akan memimpin pertemuan "Koalisi Mereka yang Bersedia" (Coalition of the Willing) pada Senin (24/8/2026). Pertemuan tersebut digelar untuk memperkuat dukungan terhadap Ukraina sekaligus meningkatkan tekanan terhadap Rusia.

Pertemuan yang berlangsung secara hibrida itu turut dihadiri Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Agenda tersebut digelar beberapa hari setelah serangan drone Rusia menghantam sebuah pusat perbelanjaan di Kryvyi Rih, Ukraina tengah, yang menewaskan sedikitnya 16 warga sipil dan melukai 128 orang.

Pertemuan juga berlangsung setelah Macron mengumumkan bahwa Perancis akan mengirim tambahan rudal pencegat untuk membantu Ukraina memperkuat pertahanan udaranya.

Burnham diketahui berada di Kyiv pada Senin dalam kunjungan luar negeri pertamanya sejak menjabat sebagai perdana menteri. Ia dijadwalkan bertemu Zelenskyy.

Kunjungan tersebut juga dilakukan setelah Inggris memberikan izin kepada perusahaan pertahanan MBDA untuk membuka informasi rahasia mengenai komponen buatan Inggris yang digunakan pada rudal jarak jauh SCALP. Informasi itu akan mendukung upaya perakitan rudal secara lokal di Ukraina.

Rusia Sebut Inggris Terlibat Perang

Kremlin menanggapi langkah Inggris tersebut. Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Senin mengatakan Inggris kini telah menjadi pihak yang terlibat dalam perang di sisi Ukraina.

Peskov juga menuduh pemerintahan Burnham menghambat upaya untuk mencapai perdamaian di masa depan.

Sementara itu, pertemuan Koalisi Mereka yang Bersedia digelar bertepatan dengan peringatan 35 tahun kemerdekaan Ukraina. Para pemimpin negara yang tergabung dalam koalisi akan membahas sejumlah langkah untuk meningkatkan dukungan bagi Kyiv.

Selain itu, mereka akan membahas upaya mengurangi sumber daya yang dimiliki Rusia untuk melanjutkan perang serta menghadapi apa yang disebut sebagai "armada bayangan" Rusia.

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan perdana Koalisi Anti-Rudal Balistik Terintegrasi yang digelar di Paris pada 13 Juli lalu.

Macron Kecam Serangan Rusia

Serangan terhadap pusat perbelanjaan di Kryvyi Rih pada Jumat lalu menewaskan sedikitnya 16 warga sipil dan menyebabkan 128 orang terluka, berdasarkan keterangan otoritas Ukraina dan pemantau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Serangan tersebut kemudian diikuti serangkaian serangan lanjutan yang melibatkan Rusia dan Ukraina.

Macron mengecam serangan Rusia tersebut. Dalam unggahannya di platform X pada Sabtu, ia mengatakan serangan terhadap warga sipil menunjukkan upaya Rusia untuk mengintimidasi dan meningkatkan eskalasi konflik.

Menurut Macron, tindakan tersebut justru menunjukkan kelemahan Rusia.

Ia menegaskan pentingnya memberikan Ukraina sarana yang diperlukan untuk mempertahankan wilayah udaranya dan menghadapi serangan Rusia.

Macron juga menyerukan agar negara-negara yang memiliki kemampuan pertahanan udara turut bergabung dalam upaya memperkuat pertahanan Ukraina. [cnbc]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
pema - damai
dishub