Kamis, 03 April 2025
Beranda / Berita / Dunia / Nelayan Indonesia Jadi Pahlawan Evakuasi Korban Karhutla di Korea Selatan

Nelayan Indonesia Jadi Pahlawan Evakuasi Korban Karhutla di Korea Selatan

Selasa, 01 April 2025 12:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Sugiyanto, pria Indonesia yang selamatkan puluhan lansia dari kebakaran hutan di Korea. Foto: Allkpop


DIALEKSIS.COM | Korea Selatan - Sugiyanto, nelayan asal Indonesia, menjadi sorotan setelah berperan kunci dalam mengevakuasi warga Desa Chuksan - myeon, Korea Selatan, yang dilanda kebakaran hutan (karhutla) pada 25 Maret lalu. Bersama kepala desa setempat, Yoo Myung Shin, ia tak kenal lelah menggendong para lansia menyelamatkan diri dari laju api yang melahap pemukiman.

Kobaran api yang melanda desa di lereng pantai itu memicu kepanikan warga. Sugiyanto, yang tengah berada di lokasi, langsung bergerak bersama Yoo Myung Shin untuk membangunkan warga yang tertidur. 

"Saya bahkan tidak ingat seberapa jauh kami berlari. Saya membangunkan nenek-nenek dan menggendong mereka menuruni bukit," tutur Sugiyanto, dikutip dari allkpop, Selasa (1/4).

Sekitar pukul 23.00, keduanya berlarian dari rumah ke rumah, memastikan tak ada warga yang tertinggal. Medan desa yang terletak di area berbukit menyulitkan evakuasi, terutama bagi lansia. Sugiyanto dan Yoo Myung Shin pun memikul para warga tua di punggung mereka, berlari sejauh 300 meter menuju titik aman.

Warga 90 Tahun: "Jika Bukan karena Dia..."

Seorang warga berusia 90 tahun mengisahkan detik-detik genting itu. "Jika bukan karena dia, kami semua pasti sudah meninggal. Saya tertidur saat menonton TV, tetapi terbangun karena teriakan," ujarnya. 

Ia menggambarkan bagaimana Sugiyanto tiba-tiba muncul di depan pintu rumahnya dan segera menggendongnya keluar dari jilatan api.

Kepala Desa Yoo Myung Shin memuji ketegasan dan keberanian Sugiyanto. "Dia tidak hanya membantu fisik, tapi juga memberi ketenangan bagi warga yang panik," ucap Yoo.

Aksi heroik nelayan asal Indonesia ini menjadi kisah inspiratif di tengah bencana, membuktikan bahwa keberanian tak mengenal batas negara. Pemerintah setempat berencana memberikan penghargaan atas kontribusi Sugiyanto dalam operasi penyelamatan tersebut.

"Saya hanya melakukan apa yang harus dilakukan. Semua orang pasti akan bertindak sama jika melihat sesama dalam bahaya," kata Sugiyanto merendah.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI