DIALEKSIS.COM | Abuja - Setidaknya 308 orang yang diculik dalam berbagai serangan di wilayah utara Nigeria telah diselamatkan, demikian disampaikan oleh presiden negara tersebut pada hari Rabu (5/8/2026).
"Mereka yang diselamatkan mencakup 163 orang yang diculik dari komunitas Woro di wilayah Kaiama, negara bagian Kwara, pada bulan Februari, serta 145 orang yang diculik -- sebagian besar dari negara bagian Niger," ujar Presiden Nigeria Bola Tinubu dalam sebuah pernyataan.
Rincian mengenai operasi pembebasan lebih dari 300 orang yang telah disekap selama berbulan-bulan itu tidak diungkapkan; pernyataan tersebut hanya menyebutkan bahwa mereka diselamatkan dari sebuah hutan dan kini sedang mendapatkan perawatan medis.
Menurut Tinubu, operasi ini digambarkan sebagai "operasi penyelamatan terbesar yang pernah dilakukan" oleh aparat keamanan di negara tersebut dalam satu hari.
"Keberhasilan pelaksanaan operasi yang didasarkan pada intelijen ini menunjukkan peningkatan efisiensi dan kerja sama di antara aparat keamanan kita," kata presiden. "Saya memberikan apresiasi kepada para personel berseragam kita yang gagah berani atas keberanian dan komitmen teguh mereka dalam melindungi keselamatan warga Nigeria."
Penculikan di sekolah merupakan hal yang umum terjadi di Nigeria, di mana kelompok-kelompok militan menargetkan sekolah untuk menekan pemerintah dan memeras uang tebusan.
Kelompok bersenjata--yang di Nigeria dikenal sebagai bandit--kerap melakukan serangan dan penculikan demi uang tebusan di wilayah barat laut dan tengah bagian utara negara itu.
Pihak berwenang menyatakan bahwa kelompok bandit tersebut sebagian besar terdiri dari mantan penggembala yang mengangkat senjata melawan komunitas petani setelah terjadinya bentrokan akibat perebutan sumber daya yang kian langka.
Selain itu, terdapat pula pemberontakan di wilayah timur laut negara tersebut yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade. [AP/abc news]