DIALEKSIS.COM | AS - OpenAI mengungkap telah menghentikan kampanye terkoordinasi yang diduga berupaya mengekstrak proses penalaran tersembunyi dari model AI miliknya. Perusahaan mengaitkan aktivitas utama tersebut dengan sejumlah individu yang disebut berafiliasi dengan Moonshot AI, startup kecerdasan buatan asal China yang mengembangkan Kimi.
Aktivitas tersebut disebut mulai terdeteksi pada awal Juli 2026 dan melonjak hingga sekitar 16.000 permintaan dari lebih dari 4.000 pengguna hanya dalam dua hari. OpenAI kemudian menemukan aktivitas terkait yang melibatkan lebih dari 15.000 pengguna sebelum kampanye itu dihentikan sepenuhnya pada 28 Juli.
OpenAI menyebut praktik tersebut sebagai “distilasi adversarial”, yakni upaya memanfaatkan keluaran atau proses penalaran suatu model AI untuk membantu melatih atau meningkatkan model lain. Menurut perusahaan, teknik semacam itu berpotensi memungkinkan pengembang memperoleh kemampuan AI canggih tanpa menanggung biaya dan investasi pengembangan frontier models dalam skala yang sama.
OpenAI menegaskan aktivitas tersebut bukan berupa peretasan terhadap sistem internal. Para operator, menurut perusahaan, tidak membobol enkripsi, basis data, atau riwayat percakapan pengguna, melainkan memanipulasi interaksi dengan model untuk memperoleh informasi mengenai proses penalaran yang seharusnya terlindungi.
Temuan ini muncul beberapa minggu setelah Anthropic menuduh sejumlah pengembang AI asal China, termasuk Moonshot AI dan Alibaba, menggunakan model Claude untuk membantu melatih sistem AI mereka sendiri. Rangkaian kasus tersebut menambah perhatian industri terhadap praktik penggunaan model AI milik perusahaan lain untuk mempercepat pengembangan teknologi pesaing.
OpenAI mengatakan belum dapat memastikan seluruh operator yang terlibat berada di bawah satu pihak yang sama. Perusahaan menyebut telah membagikan temuannya kepada pengembang AI lain melalui Frontier Model Forum dan saluran pertukaran informasi pemerintah. [cnbc]