Senin, 07 September 2026
Beranda / Berita / Dunia / Pesawat Kargo Amazon Air Tergelincir di Bandara Miami, 5 Orang Tewas

Pesawat Kargo Amazon Air Tergelincir di Bandara Miami, 5 Orang Tewas

Senin, 07 September 2026 17:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Sebuah pesawat kargo Amazon terlihat setelah mengalami kecelakaan di Bandara Internasional Miami pada 6 September 2026, di Miami, Florida. [Foto: Joe Raedle/Getty Images]


DIALEKSIS.COM | AS - Lima orang tewas dan lima lainnya terluka setelah pesawat kargo Amazon Air melampaui batas landasan pacu saat mendarat di Bandara Internasional Miami, Amerika Serikat, Minggu (6/9/2026).

Wali Kota Miami-Dade County, Daniella Levine Cava, menyampaikan jumlah korban tersebut dalam konferensi pers pada Minggu malam. Identitas para korban belum diumumkan.

Pesawat Boeing 767-300 yang dioperasikan 21 Air itu terbang dari Bandara Internasional Luis Munoz Marin di San Juan, Puerto Riko, dan mendarat di Miami sekitar pukul 14.00 waktu setempat.

Federal Aviation Administration (FAA) mengonfirmasi pesawat mengalami kecelakaan setelah melampaui batas landasan pacu.

Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) telah mengirimkan tim untuk menyelidiki kecelakaan tersebut. Tim dipimpin langsung Ketua NTSB Jennifer Homendy.

Amazon menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memastikan pihaknya bekerja sama dengan otoritas dalam proses penyelidikan.

Sekitar 200 personel Miami-Dade Fire Rescue (MDFR) dikerahkan untuk melakukan pencarian, penyelamatan, pemadaman api, serta menangani kebocoran bahan bakar pesawat.

MDFR menyebut terdapat 10 pasien dalam insiden tersebut. Lima pasien dievakuasi melalui jalur darat, dengan tiga di antaranya dibawa ke pusat trauma dan dua lainnya ke rumah sakit sekitar.

Sementara itu, kebijakan ground stop di Bandara Internasional Miami dicabut sekitar tiga jam setelah kecelakaan. Dua dari empat landasan pacu juga telah kembali dibuka.

Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan NTSB, FAA, dan pihak berwenang setempat. [abc news]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
kejati bsi