Kamis, 15 Oktober 2026
Beranda / Berita / Dunia / Rusia Serang Infrastruktur Energi Ukraina, 600 Ribu Orang Kena Pemadaman Listrik

Rusia Serang Infrastruktur Energi Ukraina, 600 Ribu Orang Kena Pemadaman Listrik

Rabu, 14 Oktober 2026 23:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Victoria Deineko, suaminya Ievhen Deineko dan putri mereka Mia melihat bangunan tempat tinggal bertingkat yang rusak akibat serangan rudal Rusia di Kyiv, Ukraina, Selasa (13/10/2026). [Foto: Evgeniy Maloletka/AP Photo]


DIALEKSIS.COM | Kyiv - Sedikitnya 600.000 orang di Ukraina mengalami pemadaman listrik setelah Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran yang menyasar infrastruktur energi pada Rabu (14/10/2026) pagi.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan serangan tersebut melibatkan sekitar 39 rudal balistik dan lebih dari 120 drone. Serangan terutama menghantam Kyiv dan wilayah sekitarnya.

Zelenskyy menyebut serangan Rusia menargetkan infrastruktur energi yang sebelumnya masuk dalam kesepakatan gencatan senjata energi. Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengatakan kedua pihak telah menyepakati gencatan senjata tersebut.

"Serangan rudal balistik Rusia secara khusus menargetkan infrastruktur energi," ujar Zelenskyy melalui media sosial.

Menurut Zelenskyy, sedikitnya 26 fasilitas pembangkit listrik serta empat fasilitas di sektor minyak dan gas mengalami kerusakan signifikan. Kondisi ini dikhawatirkan membuat pemadaman listrik meluas.

Kementerian Pertahanan Rusia membenarkan pihaknya melakukan serangan besar-besaran menggunakan senjata presisi jarak jauh dan drone terhadap fasilitas komunikasi serta energi di Kyiv dan Kharkiv.

Duta Besar Uni Eropa untuk Ukraina Katarina Mathernova mengatakan lebih dari selusin ledakan terdengar di Kyiv sebelum fajar. Sebuah gedung apartemen sembilan lantai dilaporkan terkena serangan dan terbakar.

Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko menyebut serangan tersebut sebagai serangan besar-besaran. Sedikitnya satu orang dilaporkan tewas di ibu kota Ukraina.

Mathernova dan sejumlah pejabat Ukraina juga menyoroti dugaan tidak berfungsinya sistem peringatan dini serangan udara untuk malam kedua berturut-turut. Menurutnya, kondisi tersebut membuat warga kehilangan waktu untuk menyelamatkan diri dan menuju tempat perlindungan.

Di sisi lain, Ukraina juga melancarkan serangan terhadap sejumlah lokasi militer Rusia. Staf Umum Ukraina menyebut serangan diarahkan ke lokasi yang digunakan untuk menyimpan, menyiapkan, dan meluncurkan drone.

Ukraina mengatakan serangan tersebut bertujuan mengurangi kemampuan Rusia melancarkan serangan terhadap infrastruktur sipil di wilayah Ukraina. [ks-abc news]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI