Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / Serangan Rusia Tewaskan 26 Orang Jelang Gencatan Senjata Ukraina

Serangan Rusia Tewaskan 26 Orang Jelang Gencatan Senjata Ukraina

Rabu, 06 Mei 2026 11:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Petugas layanan darurat berupaya memadamkan kebakaran truk setelah serangan pesawat tak berawak Rusia di wilayah Kyiv, Ukraina pada 5 Mei 2026 [Foto: Handout/Ukrainian Emergency Service via AP]


DIALEKSIS.COM | Kyiv - Sedikitnya 26 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 80 lainnya terluka akibat gelombang serangan drone dan rudal Rusia di Ukraina, Selasa (5/5/2026). Serangan ini terjadi hanya beberapa jam sebelum gencatan senjata yang diumumkan Kyiv mulai berlaku, serta tiga hari menjelang rencana penghentian pertempuran oleh Moskow.

Serangan menghantam sejumlah wilayah strategis, termasuk Kramatorsk di timur, Zaporizhzhia di tenggara, serta Chernihiv di utara. Otoritas setempat melaporkan bahwa bom luncur berat digunakan dalam serangan tersebut, menyebabkan kerusakan besar di area permukiman dan infrastruktur sipil.

Di Zaporizhzhia, sedikitnya 12 orang tewas dan lebih dari selusin lainnya mengalami luka-luka. Gubernur wilayah Ivan Fedorov menyebut jumlah korban kemungkinan masih bertambah seiring proses evakuasi dan pencarian korban di reruntuhan bangunan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan sedikitnya lima orang tewas di Kramatorsk. Ia juga mengonfirmasi empat korban jiwa lainnya di kota Dnipro. 

“Rusia menunjukkan sinisme total dengan mengumumkan gencatan senjata, namun pada saat yang sama terus melancarkan serangan,” ujar Zelenskyy dalam pernyataannya.

Serangan juga menyasar fasilitas energi, termasuk instalasi gas milik negara di wilayah Poltava dan Kharkiv. CEO Naftogaz, Serhiy Koretskyi, mengatakan tiga karyawan dan dua petugas penyelamat tewas dalam serangan tersebut. 

“Ini adalah serangan gabungan yang melibatkan UAV dan rudal balistik, menyebabkan kerusakan signifikan serta menghentikan pasokan gas ke hampir 3.500 pelanggan,” katanya.

Meski demikian, Zelenskyy menegaskan Ukraina tetap akan mematuhi gencatan senjata yang mulai berlaku pada akhir hari Selasa. Ia menambahkan bahwa negaranya akan merespons jika Rusia kembali melanggar kesepakatan tersebut. 

“Perdamaian dibutuhkan, dan langkah nyata harus diambil untuk mencapainya,” ujarnya.

Di sisi lain, Rusia juga melaporkan serangan balasan dari Ukraina. Otoritas di Republik Chuvashia menyebut dua orang tewas dan 32 lainnya terluka akibat serangan drone. Sementara itu, serangan Ukraina turut memicu kebakaran di kilang minyak besar di wilayah Leningrad, meski tidak dilaporkan adanya korban jiwa. [Aljazeera & Reuters]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI