Minggu, 21 Juni 2026
Beranda / Berita / Dunia / Trump: Tanpa AS, Israel Tak Akan Bertahan

Trump: Tanpa AS, Israel Tak Akan Bertahan

Sabtu, 20 Juni 2026 15:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat di Gedung Putih. Foto: EPA via BBC Indonesia


DIALEKSIS.COM |  Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut posisi keamanan dan kekuatan militer Israel di kawasan sangat bergantung pada dukungan Washington. Ia bahkan mengeklaim Israel dapat “hancur” tanpa bantuan Amerika Serikat.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat berbicara mengenai hubungan AS-Israel pada Jumat. Menurutnya, dukungan Amerika selama ini menjadi faktor penting dalam menjaga kemampuan pertahanan Israel.

“Jika bukan karena intervensi saya, Israel akan hancur,” kata Trump.

Trump menegaskan bahwa Washington menyediakan berbagai aset militer penting bagi Israel, mulai dari sistem persenjataan canggih, jaringan pertahanan udara Iron Dome, hingga pesawat pembom B-2.

“Netanyahu, yang bekerja sama dengan baik dengan saya, akan memberi tahu Anda bahwa kamilah yang memiliki senjata, kamilah yang memiliki Iron Dome, dan kamilah yang memiliki pesawat pembom B-2,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Trump juga menggambarkan hubungannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam kondisi baik. Namun, ia menekankan bahwa Amerika Serikat memiliki pengaruh besar terhadap keputusan-keputusan strategis Israel.

“Israel sangat menghormati saya,” kata Trump. “Tetapi kita harus membuatnya sedikit lebih bijaksana,” tambahnya, merujuk kepada Netanyahu.

Pernyataan Trump muncul di tengah berlanjutnya serangan militer Israel terhadap Lebanon. Padahal, Trump sebelumnya disebut berupaya mendorong tercapainya gencatan senjata antara Israel dan kelompok perlawanan Lebanon, Hizbullah.

Trump juga mengaku sempat memarahi Netanyahu melalui sambungan telepon karena frustrasi melihat serangan Israel ke Lebanon terus berlanjut.

Ia mengatakan dirinya “sedikit terganggu” dengan konflik yang terus terjadi antara Israel dan Lebanon.

Awal bulan ini, Trump membenarkan bahwa ia sempat berbicara keras dengan Netanyahu. Ia menyebut kemarahannya dipicu oleh serangan Israel yang terus berlanjut di Lebanon, meski upaya diplomasi tengah dilakukan.

Sementara itu, laporan mengenai gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah menyebut kesepakatan tersebut mulai berlaku pada Jumat pukul 16.00 waktu setempat. Namun, tak lama setelah waktu gencatan senjata disebut dimulai, serangan udara Israel kembali dilaporkan terjadi di Lebanon selatan.

Serangan Israel pada Jumat menargetkan sejumlah wilayah di Lebanon selatan dan timur. Serangan itu dilaporkan menewaskan lebih dari 47 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.

Situasi tersebut terjadi di tengah adanya Nota Kesepahaman atau MoU antara Amerika Serikat dan Iran yang disebut menghendaki penghentian perang di seluruh lini, termasuk di Lebanon.

Namun, Israel yang tidak dilibatkan dalam perundingan damai tersebut disebut mengambil jarak dari MoU AS-Iran. Tel Aviv tetap melanjutkan serangan ke sejumlah kawasan permukiman di Lebanon selatan dan timur.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
dishes