Selasa, 18 Agustus 2026
Beranda / Ekonomi / 70 KPM di Abdya Terima Bantuan UEP, Pemkab Targetkan 150 Penerima Tahun Depan

70 KPM di Abdya Terima Bantuan UEP, Pemkab Targetkan 150 Penerima Tahun Depan

Selasa, 18 Agustus 2026 22:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Sebanyak 70 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh, menerima Bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dari pemerintah daerah. [Foto: Prokopim Abdya]


DIALEKSIS.COM | Blangpidie - Sebanyak 70 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh, menerima Bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dari pemerintah daerah.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Abdya Safaruddin di Kantor Dinas Sosial Abdya, Minggu (16/8/2026). Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah meningkatkan pendapatan sekaligus mengurangi kemiskinan.

Kepala Dinas Sosial Abdya Iin Supardi mengatakan, 70 penerima bantuan UEP tahun 2026 terdiri atas 50 pelaku usaha kios dan 20 pelaku usaha menjahit.

Program tersebut bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2026. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan dengan nilai sekitar Rp 13 juta, baik untuk usaha kios maupun mesin jahit.

Iin memastikan seluruh penerima telah melalui proses verifikasi lapangan dan masuk dalam kategori desil 1 hingga 5.

“Penerima bantuan sudah melalui verifikasi lapangan dan memenuhi kriteria yang telah ditetapkan,” kata Iin.

Ditargetkan Tingkatkan Pendapatan

Bupati Abdya Safaruddin mengatakan, program UEP merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Menurut dia, bantuan yang diberikan tidak boleh sekadar menjadi barang, tetapi harus dimanfaatkan sebagai modal produktif untuk meningkatkan pendapatan penerima manfaat.

“Ini semua kita berikan agar usaha para penerima manfaat benar-benar mendongkrak penghasilan mereka. Kalau dulunya mereka hanya mendapat penghasilan sehari Rp 30.000 sampai Rp 40.000, ke depan kita upayakan meningkat menjadi Rp 70.000 hingga Rp 100.000 per hari,” ujar Safaruddin.

Safaruddin menyebutkan, Pemkab Abdya berencana memperluas penerima bantuan UEP pada 2027.

Pemerintah daerah, kata dia, memproyeksikan sebanyak 150 orang menerima bantuan, baik untuk pelaku usaha kios maupun masyarakat yang memiliki keterampilan usaha lainnya.

“Untuk tahun depan pemerintah Abdya akan memproyeksikan 150 penerima manfaat bantuan UEP, apakah itu bentuk usaha ekonomi bagi para pelaku kios atau pelaku keterampilan lain seperti mesin jahit dan bahan perlengkapan memasak kue,” katanya.

Tak Lihat Pilihan Politik

Safaruddin juga menegaskan, bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi diberikan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan pemerintah, bukan berdasarkan pilihan politik masyarakat dalam Pilkada.

Ia memastikan warga yang memenuhi persyaratan tetap berhak mendapatkan bantuan meskipun pada Pilkada sebelumnya tidak memilih dirinya.

“Insya Allah bagi yang tidak memilih saya, selama sesuai desil tetap akan saya berikan. Kenapa? Karena dendamnya tidak boleh lama, namun lupa yang jangan,” ujar Safaruddin yang disambut tawa para penerima manfaat.

Ia menegaskan, setiap penerima bantuan harus memenuhi persyaratan dan benar-benar termasuk kelompok masyarakat yang layak mendapatkan intervensi pemerintah. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
pema - damai