Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / BSI Aceh Perkuat Literasi dan Ekonomi Syariah di Aceh

BSI Aceh Perkuat Literasi dan Ekonomi Syariah di Aceh

Rabu, 13 Mei 2026 16:30 WIB

Font: Ukuran: - +


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Regional Aceh terus memperkuat peran sebagai motor penggerak ekonomi syariah di Tanah Rencong. Tak hanya menghadirkan layanan perbankan berbasis syariah, BSI juga mendorong literasi publik melalui sinergi bersama insan pers dalam kegiatan Media Gathering BSI Regional Aceh bertajuk Peran Strategis Perbankan Syariah dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Aceh, yang digelar di Landmark BSI Aceh, Banda Aceh, Rabu (13/5/2026).

Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, mengatakan BSI kini telah menjadi wajah ekonomi modern dalam ekosistem ekonomi syariah yang terus tumbuh dan menunjukkan kemajuan signifikan. Menurutnya, capaian BSI saat ini menjadi bukti bahwa industri keuangan syariah semakin mendapat tempat di tengah masyarakat.

“BSI terus mengalami peningkatan dan kemajuan. Alhamdulillah, saat ini BSI sudah berada di rangking lima nasional dari sisi aset dan laba,” ujar Imsak Ramadhan.

Ia menjelaskan, kegiatan media gathering tersebut merupakan bagian dari komitmen BSI untuk memperkuat literasi ekonomi syariah sekaligus menegaskan pentingnya peran media sebagai mitra strategis dalam memperluas informasi yang benar dan mudah dipahami masyarakat.

“Melalui forum seperti ini, kami berharap lahir masukan, ide, dan saran dari kawan-kawan media untuk membangun BSI agar semakin baik. Terima kasih kepada seluruh media yang selama ini telah menjadi mitra kami dalam memberikan masukan demi kebaikan layanan BSI,” tambahnya.

Imsak juga menegaskan bahwa BSI kini telah memiliki dua lisensi, yakni sebagai bank keuangan dan bank emas. Menurutnya, kehadiran layanan Bank Emas BSI menjadi terobosan penting dalam memperluas pilihan investasi syariah bagi masyarakat. Layanan tersebut meliputi E-Mas atau tabungan emas digital serta Cicil Emas yang dapat diakses melalui aplikasi BYOND by BSI.

“Investasi emas di BSI aman karena diawasi OJK. Di Indonesia hanya BSI yang memiliki layanan bank emas. Ini merupakan terobosan untuk memberikan produk terbaik bagi masyarakat. Jika selama ini masih ada layanan yang belum maksimal, insyaallah akan terus kami perbaiki demi menghadirkan layanan yang semakin optimal,” katanya.

Lebih jauh, Imsak menyebutkan bahwa aset BSI secara nasional kini telah melampaui BTN dan menempatkan BSI pada posisi lima besar nasional. Capaian tersebut, kata dia, tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk insan pers dan para nasabah yang terus memberikan kepercayaan kepada BSI.

“Pasca merger, pertumbuhan nasabah yang membuka rekening mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Ini menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap bank syariah terus menguat,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa BSI kini tidak lagi berada di bawah bank konvensional sebagaimana masa sebelumnya. Saat ini, menurutnya, BSI berdiri sejajar dengan bank-bank besar lainnya dan berada di bawah naungan lembaga investasi negara, Danantara, serta resmi menjadi BUMN.

“Lintasan BSI sekarang sudah sama dengan bank besar lain. Mudah-mudahan BSI terus berkembang untuk membangun Aceh. Jika kita punya bank syariah yang besar, tentu ini menjadi kebanggaan bersama, apalagi Aceh adalah daerah yang sangat optimis dengan pelaksanaan syariat Islam. Mohon doa agar BSI selalu tumbuh dan mampu memberikan layanan terbaik bagi nasabah,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Imsak juga menegaskan komitmen BSI untuk terus hadir dengan layanan yang lengkap, mulai dari sahabat finansial, sahabat spiritual, hingga sahabat sosial. Dengan konsep tersebut, BSI disebut ingin memberi dampak yang lebih luas bagi masyarakat, tidak hanya dalam urusan transaksi keuangan, tetapi juga dalam penguatan nilai-nilai sosial dan spiritual.

“BSI ingin menjadi sahabat bagi masyarakat dalam berbagai aspek. Karena itu, kami berkomitmen terus memperkuat layanan dan menjaga kepercayaan publik,” ucapnya.

Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh dialog itu turut dihadiri Wakil Direktur Eksekutif DKEKS Aceh, Prof. Dr. Hafas Furqani, Ketua PWI Aceh Nasir Nurdin, perwakilan OJK Aceh Firman dan Fernando Daular, serta Institutional Banking and Government Relationship Deputy BSI Aceh, Saiful Musadir.

Melalui media gathering ini, BSI Region Aceh berharap hubungan kemitraan dengan media dapat semakin erat dan produktif, sehingga pesan-pesan ekonomi syariah dapat tersampaikan lebih luas, objektif, dan memberi manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi Aceh yang inklusif dan berkelanjutan.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI