DIALEKSIS.COM | Tapaktuan - Program Gampong Produktif yang digagas oleh Baitul Mal Aceh di Baitul Mal Gampong (BMG) Sawang II Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan, terus menunjukkan dinamika dalam perjalanannya sejak pertama kali dimulai pada tahun 2018.
Bantuan Program ini diberikan dalam dua tahap, yakni tahun 2018 sebesar Rp50 juta dan kembali disalurkan pada tahun 2019 sebesar Rp50 juta kepada kelompok usaha gampong produktif sebanyak puluhan penerima manfaat. Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk menjalankan usaha peternakan ayam. Usaha ini sempat berjalan selama kurang lebih dua tahun dan memberikan hasil yang kemudian dibagikan kepada masyarakat yang berhak menerima.
Namun, memasuki masa pandemi COVID-19, usaha tersebut mengalami kendala serius. Keterbatasan akses terhadap bahan dan sumber produksi, yang sebagian besar harus didatangkan dari Medan, menyebabkan usaha tidak dapat dilanjutkan. Akibatnya, pada tahun 2020 hingga akhir 2021, kegiatan usaha gampong produktif di Desa Sawang II sempat terhenti.
Untuk bangkit dari kondisi tersebut, para pengurus kemudian berinisiatif mengembangkan usaha baru berupa budidaya burung puyuh. Sayangnya, usaha ini juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari dampak pandemi yang masih berlangsung hingga faktor cuaca yang tidak mendukung, sehingga mengakibatkan banyak ternak mati dan usaha tidak menghasilkan keuntungan.
Tidak menyerah, pada tahun 2025 pengurus kembali melakukan inovasi dengan beralih ke sektor usaha ponsel. Dalam pengembangannya, BMG menjalin kerja sama dengan Cut Lem Ponsel. Usaha ini menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan, di mana dalam kurun waktu tujuh bulan telah mampu berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata.
Hasil dari usaha ponsel tersebut kini telah dibagikan kepada 30 orang masyarakat Desa Sawang II sebagai penerima manfaat, berupa bantuan paket sembako di bulan Ramadhan 1447 H Tahun 2026. Keberhasilan ini menjadi harapan baru bagi keberlanjutan program gampong produktif serta peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
Ketua Badan Baitul Mal Aceh, Tgk. H Muhammad Yunus M Yusuf SH, menyampaikan bahwa program ini menjadi bukti bahwa dengan semangat kebersamaan dan inovasi, masyarakat mampu bangkit dari berbagai tantangan untuk menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan. [*]