Jum`at, 04 April 2025
Beranda / Ekonomi / Daya Beli Menurun Pasca Lebaran, Kadin Yakin Ekonomi Stabil

Daya Beli Menurun Pasca Lebaran, Kadin Yakin Ekonomi Stabil

Rabu, 02 April 2025 09:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie. Foto: Tribunnews


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Daya beli masyarakat Indonesia menjelang pasca lebaran 2025 tercatat mengalami pelemahan, terutama jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Sektor perhotelan menjadi salah satu indikator yang paling terpukul, dengan tingkat okupansi yang anjlok dan penurunan signifikan jumlah pemudik Lebaran tahun ini. Namun, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menyatakan optimisme bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional tetap dapat dicapai.

Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie mengakui adanya perlambatan di sejumlah indikator ekonomi. Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut telah masuk dalam skenario perhitungan Kadin. 

"Pertumbuhan ekonomi masih sesuai target. Naik turun per kuartal di awal tahun itu wajar, terutama di Maret menuju April. Tapi kami yakin target ekonomi tetap tercapai," ujar Anindya, yang akrab disapa Anin, usai menghadiri acara open house di kediaman dinas Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Selasa (1/4/2025).

Anin menyoroti kinerja ekspor Indonesia yang masih surplus sekitar US$2,5-3 miliar per bulan sebagai faktor kunci yang menjaga stabilitas ekonomi. Menurutnya, tren positif ini menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan global, termasuk rencana kenaikan tarif impor oleh Presiden AS Donald Trump pada 2 April 2025. 

"Surplus dagang di tengah ancaman perang dagang AS adalah pertanda baik. Ini menjadi buffer bagi pertumbuhan usaha nasional," tegasnya.

Ia juga meyakini bahwa geliat ekonomi akan kembali menguat mulai kuartal II (April-Juni 2025), pasca-momen Lebaran. Sektor-sektor yang sempat lesu diprediksi terdorong oleh aktivitas investasi dan perdagangan yang kembali bergerak. 

"Ekonomi pasca-Lebaran biasanya mulai bergeliat. Kami tidak khawatir karena momentum pemulihan sudah terlihat," tambah Anin.

Di samping ekspor, Anin menyebut pertumbuhan investasi dalam negeri sebagai motor penggerak ekonomi lainnya. Pada 2024, realisasi investasi tercatat mencapai Rp900 triliun, melampaui capaian Rp700 triliun di tahun sebelumnya. 

"Kenaikan investasi dan perdagangan akan mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai target. Kami optimistis 2025 akan on track," paparnya.

Meski mengakui tekanan pada daya beli masyarakat, Kadin menilai kombinasi antara kinerja ekspor, surplus neraca dagang, dan pertumbuhan investasi mampu menjadi penyeimbang. Anin menutup dengan pesan tegas: "Yang penting, kita tetap fokus pada strategi jangka panjang. Semua indikator inti masih bergerak ke arah yang tepat."

Dengan sentimen positif ini, Kadin berharap pelaku usaha tidak terjebak pada dinamika jangka pendek, melainkan melihat prospek ekonomi 2025 secara holistik. Tantangan global seperti kebijakan Trump dan fluktuasi kuartal pertama dinilai tidak akan mengganggu target pertumbuhan yang telah ditetapkan pemerintah.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI