DIALEKSIS.COM | Aceh - Dukungan terhadap agenda investasi di Kabupaten Nagan Raya terus meluas. Hasil riset digital Redaksi Dialeksis melalui tabulasi monitoring dan evaluasi pemberitaan media menunjukkan, narasi dukungan terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Nagan Raya membuka ruang investasi semakin menguat di ruang publik.
Dukungan itu tidak hanya datang dari satu kelompok. Dalam sejumlah pemberitaan yang ditabulasi Dialeksis, dukungan muncul dari unsur legislatif DPRK Nagan Raya, organisasi pemuda, tokoh masyarakat, fraksi-fraksi politik, hingga warga Nagan Raya yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Nagan Raya (IKNR) Banda Aceh.
Gelombang dukungan tersebut menjadi sinyal bahwa rencana investasi besar yang dikaitkan dengan kepemimpinan Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., atau TRK, tidak lagi hanya dipandang sebagai agenda pemerintah daerah semata. Lebih dari itu, investasi mulai dibaca sebagai peluang strategis untuk mempercepat pembangunan, membuka lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, dan meningkatkan kemandirian fiskal daerah.
Dalam pemberitaan Aceh Ekspres, Ketua IKNR Banda Aceh, Drs. H. Dermawan, M.M., menilai rencana investasi yang masuk ke Nagan Raya merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Ia menyebut investasi berskala besar dapat menjadi titik awal percepatan pembangunan, mulai dari infrastruktur, lapangan kerja, hingga tumbuhnya sektor ekonomi masyarakat.
Dukungan serupa juga datang dari kalangan pemuda. Ketua KNPI Nagan Raya, Said Atah, menyatakan investasi yang masuk ke Nagan Raya perlu didukung sepanjang legal, bertanggung jawab, memperhatikan lingkungan hidup, nilai sosial budaya, kearifan lokal, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menilai investasi dapat menjadi instrumen penting untuk meningkatkan PAD, memperluas lapangan kerja, dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
Di DPRK Nagan Raya, dukungan juga menguat. Fraksi Petiga Raya melalui ketuanya, Saiful Thaib atau Pon PMTOH, menyampaikan apresiasi terhadap langkah Bupati TRK yang dinilai berani membuka peluang investasi berskala besar. Menurutnya, investasi Rp200 triliun merupakan momentum penting yang harus dijaga bersama agar dapat menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta membuka ruang hilirisasi sumber daya alam Nagan Raya.
Anggota DPRK Nagan Raya sekaligus Wakil Ketua Komisi I, M. Khalis, juga melihat rencana investasi tersebut sebagai kabar baik, khususnya bagi pemuda dan lulusan baru yang selama ini menghadapi keterbatasan lapangan kerja. Ia menilai investasi dapat menjadi salah satu jawaban atas persoalan pengangguran yang masih dirasakan masyarakat Nagan Raya.
Sementara itu, Fraksi Partai Golkar DPRK Nagan Raya melalui Sarimin menyebut upaya menghadirkan investasi Rp200 triliun sebagai bentuk keberanian dan visi besar Bupati TRK untuk masa depan daerah. Sarimin menilai pembangunan besar selalu dimulai dari mimpi besar, dan karena itu masyarakat perlu memberi ruang dukungan agar investasi tersebut dapat segera terealisasi serta manfaatnya dirasakan langsung oleh warga.
Dari sisi pemerintah daerah, Bupati Nagan Raya TRK sebelumnya menegaskan investasi yang masuk harus memberi manfaat bagi masyarakat. Pernyataan ini menjadi penting karena dukungan terhadap investasi tidak bisa dilepaskan dari prinsip keberpihakan kepada rakyat, perlindungan lingkungan, serta keterlibatan masyarakat lokal dalam proses pembangunan.
Berdasarkan tabulasi monev media yang dihimpun Dialeksis, dukungan terhadap investasi di Nagan Raya membentuk pola yang cukup jelas. Pertama, publik melihat investasi sebagai jalan membuka lapangan kerja. Kedua, investasi dipandang sebagai peluang memperkuat PAD dan ekonomi daerah. Ketiga, dukungan diberikan dengan catatan agar pelaksanaannya tetap legal, transparan, ramah lingkungan, serta melibatkan masyarakat lokal.
Dengan menguatnya dukungan dari berbagai unsur tersebut, Pemkab Nagan Raya dinilai memiliki modal sosial yang cukup penting untuk mendorong agenda pembangunan berbasis investasi. Namun, modal dukungan itu juga perlu dijaga melalui komunikasi publik yang terbuka, kepastian regulasi, tata kelola yang baik, serta komitmen memastikan manfaat investasi tidak hanya berhenti pada angka besar, tetapi benar-benar sampai kepada masyarakat.
Bagi Nagan Raya, investasi bukan sekadar isu ekonomi. Ia telah berubah menjadi harapan baru tentang lapangan kerja, perputaran usaha lokal, peningkatan pendapatan daerah, dan masa depan pembangunan yang lebih mandiri.