Kamis, 01 Oktober 2026
Beranda / Ekonomi / IKI September 2026 Turun Jadi 51,93, Industri Manufaktur Masih Ekspansif

IKI September 2026 Turun Jadi 51,93, Industri Manufaktur Masih Ekspansif

Kamis, 01 Oktober 2026 21:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Febri Hendri Antoni Arif mengatakan, ekspansi industri pada September masih ditopang oleh peningkatan pesanan baru. [Foto: dok. Kemenperin]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kinerja industri manufaktur nasional pada September 2026 masih berada dalam fase ekspansi, tetapi mulai menunjukkan perlambatan. Kondisi tersebut tercermin dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang berada di level 51,93, turun 0,37 poin dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 52,30.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Febri Hendri Antoni Arif mengatakan, ekspansi industri pada September masih ditopang oleh peningkatan pesanan baru. Namun, produksi mengalami penurunan dan persediaan barang semakin menumpuk.

Menurut dia, salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah meningkatnya biaya logistik untuk pengiriman produk ke pasar ekspor maupun domestik. Pelaku industri juga masih menunggu perkembangan pasar domestik sehingga sebagian barang belum segera dikirim dari gudang.

“Pesanan masih ekspansif dan bahkan mengalami peningkatan. Artinya, permintaan terhadap produk industri masih ada. Namun, pada saat yang sama pelaku industri melakukan penyesuaian terhadap produksi dan persediaannya,” kata Febri, Kamis (1/10/2026).

Dari 23 subsektor industri pengolahan yang dianalisis, sebanyak 15 subsektor tercatat mengalami ekspansi dan delapan lainnya mengalami kontraksi. Subsektor yang ekspansif tersebut menyumbang 84,4 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas pada triwulan II 2026.

Industri minuman menjadi subsektor dengan IKI tertinggi pada September 2026, disusul industri alat angkutan lainnya. Kenaikan suhu akibat fenomena El Nino turut meningkatkan permintaan produk minuman.

Namun, perubahan iklim juga mulai memberikan tekanan terhadap industri. Kemenperin menerima laporan mengenai gangguan pasokan air untuk proses produksi serta pengiriman bahan baku dan barang melalui jalur sungai.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meminta jajarannya memitigasi dampak El Nino terhadap bahan baku, energi, tenaga kerja, pergudangan, hingga distribusi agar rantai pasok industri tetap berjalan.

Dari sisi indikator pembentuk IKI, indeks pesanan naik menjadi 53,40 dari 53,13. Sebaliknya, indeks produksi turun menjadi 53,78 dari 55,10. Indeks persediaan berada di level 45,45 dan masih dalam fase kontraksi.

Berdasarkan orientasi pasar, industri berorientasi ekspor mencatat IKI 52,60, sedangkan industri yang menyasar pasar domestik berada di level 50,94. Keduanya masih ekspansif meski mengalami perlambatan.

Sementara itu, industri alat angkutan lainnya menjadi salah satu penopang ekspansi. Penjualan sepeda motor domestik sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai 4,36 juta unit, naik 2,16 persen secara tahunan. Ekspor sepeda motor CBU juga tumbuh 18,19 persen, sedangkan ekspor komponen meningkat 28,87 persen. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI