Jum`at, 17 Juli 2026
Beranda / Ekonomi / Kemenperin Gandeng IKM Singkong Masuk Rantai Pasok Industri Besar

Kemenperin Gandeng IKM Singkong Masuk Rantai Pasok Industri Besar

Kamis, 16 Juli 2026 16:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Redaksi

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan, industri makanan dan minuman masih menjadi motor pertumbuhan manufaktur. [Foto: dok. Kemenperin]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mempercepat integrasi industri kecil dan menengah (IKM) olahan singkong ke rantai pasok industri besar melalui Program Vendor Development. Langkah ini dilakukan untuk memperluas akses pasar sekaligus memperkuat pasokan pangan nasional.

Program tersebut dijalankan lewat seminar dan pendampingan teknis produksi serta keamanan pangan bagi 100 pelaku IKM olahan singkong dan gabungan kelompok tani di Kabupaten Lampung Timur. Kegiatan ini merupakan implementasi Instruksi Menteri Perindustrian Nomor 2 Tahun 2026 tentang Program Vendor Development.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan, industri makanan dan minuman masih menjadi motor pertumbuhan manufaktur. Pada kuartal I 2026, sektor ini tumbuh 7,04% dan menjadi subsektor dengan pertumbuhan tertinggi di industri pengolahan nonmigas, dengan kontribusi terhadap PDB nasional mencapai 7,31%.

Menurut Faisol, Lampung memiliki posisi strategis karena memproduksi sekitar 7,9 juta ton singkong pada 2024 atau sekitar 51% dari total produksi nasional. Karena itu, pemerintah mendorong daerah tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga menghasilkan produk olahan bernilai tambah.

Ia menambahkan, daya saing IKM ke depan tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga kemampuan menjalin kemitraan dengan industri besar. Melalui skema tersebut, IKM diharapkan memperoleh kepastian pasar, meningkatkan kapasitas produksi, serta memenuhi standar industri.

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita mengatakan pembinaan dilakukan dalam dua tahap, yakni seminar mengenai pembiayaan, legalitas usaha, dan kewirausahaan, serta pendampingan teknis keamanan pangan dan diversifikasi produk bagi 20 IKM terpilih.

Pendampingan akan berlangsung selama tiga hari secara tatap muka dan dilanjutkan dua fase pendampingan daring. Kemenperin berharap semakin banyak IKM olahan singkong yang mampu menjadi pemasok industri dan memperkuat rantai pasok pangan nasional. [red]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI