DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pertumbuhan industri kosmetik nasional terus menunjukkan tren positif. Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) bersama Perhimpunan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) memperkuat ekosistem industri kecil dan menengah (IKM) kosmetik lewat pengembangan kemitraan dan perluasan rantai pasok lokal.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan industri kosmetik menjadi salah satu sektor dengan prospek besar karena didukung permintaan pasar yang terus meningkat. Menurutnya, peningkatan jumlah pelaku usaha harus dibarengi penguatan kualitas produk dan ekosistem industri.
“Industri kosmetik merupakan salah satu sektor yang memiliki prospek sangat baik karena didukung oleh permintaan pasar yang terus meningkat. Dengan jumlah pelaku usaha yang semakin besar, kami berharap industri ini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan konsumen domestik, tetapi juga memperluas kontribusinya terhadap ekspor dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Agus, Rabu (20/5/2026).
Berdasarkan data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), jumlah industri kosmetik dalam negeri meningkat dari 1.292 industri pada 2024 menjadi lebih dari 1.500 industri pada akhir 2025. Sebanyak 90 persen di antaranya berasal dari sektor IKM. Sementara itu, nilai ekspor kosmetik nasional juga naik dari USD 417 juta pada 2024 menjadi USD 473,8 juta pada 2025.
Meski tumbuh positif, Agus mengakui pelaku IKM kosmetik masih menghadapi berbagai tantangan. Menurut dia, penyelesaian persoalan tersebut membutuhkan kolaborasi banyak pihak mulai dari pemerintah, asosiasi, akademisi, industri besar hingga masyarakat.
“Berbagai kendala yang dihadapi IKM kosmetik membutuhkan penyelesaian secara kolaboratif. Pemerintah pusat dan daerah, asosiasi, akademisi, industri besar hingga masyarakat memiliki peran penting dalam membangun ekosistem yang saling terhubung dan memberikan manfaat bagi seluruh pihak,” katanya.
Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menjelaskan pengembangan IKM kosmetik dilakukan melalui kerja sama multipihak yang melibatkan pemerintah daerah, BPOM, perguruan tinggi, lokapasar hingga industri besar. Salah satu upayanya dilakukan lewat Pre-Event Temu Bisnis bertema Local Supply Chain for Cosmetic Industry yang digelar pada 6-8 Mei 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara, sebagai rangkaian pameran Indonesia Cosmetics Ingredients 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Ditjen IKMA memfasilitasi booth untuk mempertemukan pelaku IKM dengan calon mitra bisnis. Sebanyak 29 IKM kosmetik binaan ikut ambil bagian dan mulai mengirimkan sampel produk kepada calon mitra potensial.
“Kami akan terus mengawal hasil dari pertemuan bisnis ini untuk memastikan terciptanya ekosistem industri kosmetik yang mandiri, kompetitif, dan berkelanjutan,” ujar Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan. [in]