DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat upaya mewujudkan swasembada susu nasional seiring meningkatnya kebutuhan susu dalam negeri, termasuk untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Strategi yang ditempuh tidak hanya menambah populasi sapi perah, tetapi juga membangun ekosistem persusuan yang melibatkan peternak, koperasi, industri pengolah susu, lembaga pembiayaan, dan pemerintah.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda mengatakan target swasembada susu hanya bisa dicapai jika seluruh rantai industri bergerak bersama. Menurutnya, peningkatan populasi sapi perah harus dibarengi dengan akses pembiayaan, kepastian pasar, serta kemitraan yang kuat antara peternak dan industri.
Untuk mempercepat pengembangan usaha peternakan sapi perah, pemerintah mengusulkan skema kredit berbunga 0%, masa tenggang pembayaran (grace period) dua tahun, dan tenor pinjaman hingga tujuh tahun. Skema tersebut diharapkan memudahkan peternak memperluas skala usaha sekaligus meningkatkan produksi susu segar dalam negeri.
Selain pembiayaan, pemerintah juga membuka alternatif pengadaan indukan sapi perah produktif dari Brasil, Chili, Meksiko, dan Selandia Baru. Diversifikasi sumber impor dilakukan agar penambahan populasi sapi perah tidak bergantung pada satu negara pemasok sekaligus menjaga keberlanjutan program pengembangan persusuan.
Kementan juga mendorong industri pengolah susu memperluas kemitraan dengan peternak rakyat. Melalui pola ini, industri tidak hanya menyerap hasil produksi, tetapi juga mendampingi peternak dalam meningkatkan produktivitas dan pengembangan populasi sapi perah.
Pemerintah optimistis kolaborasi tersebut akan meningkatkan produksi susu segar nasional secara bertahap, mengurangi ketergantungan pada impor produk susu, serta memperkuat ketahanan pangan menuju target swasembada susu. [in]