Rabu, 04 November 2026
Beranda / Ekonomi / Magelang Disiapkan Jadi Sentra Sapi Perah, Produksi Susu Masih Terkendala

Magelang Disiapkan Jadi Sentra Sapi Perah, Produksi Susu Masih Terkendala

Selasa, 03 November 2026 20:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Kementan dorong Magelang menjadi sentra sapi perah untuk swasembada susu nasional. [Foto: dok. Kementan]


DIALEKSIS.COM | Magelang - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menjadi salah satu sentra peternakan sapi perah untuk mendukung target swasembada susu nasional.

Potensi peternakan sapi perah di Magelang tersebar di delapan kecamatan. Namun, pengembangan sektor ini masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan produksi koperasi, manajemen usaha, hingga rantai pemasaran susu.

Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa mengatakan, pengembangan sentra susu membutuhkan dukungan infrastruktur, sumber daya manusia (SDM), dan kelembagaan peternak yang kuat.

“Pesan dari Bapak Presiden bahwa kita harus mencapai swasembada susu,” kata Saleh dalam keterangan resmi yang diterima pada Selasa (3/11/2026).

Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengatakan, Kecamatan Ngablak menjadi salah satu kawasan yang telah memiliki ekosistem peternakan sapi perah. Pemerintah daerah ingin mengoptimalkan potensi tersebut untuk meningkatkan produksi susu dan mendukung kebutuhan nasional.

Saat ini, terdapat dua koperasi yang menjadi bagian dari ekosistem peternakan sapi perah di Magelang, yakni Pancaraga dan Amarto. Produksi masing-masing koperasi masih di bawah 2.000 liter sehingga belum mampu memasok susu secara langsung ke industri pengolahan susu.

Kondisi tersebut berdampak pada pemasaran dan harga jual susu peternak. Grengseng menyebut harga yang diterima peternak rata-rata sekitar Rp 8.000 per liter. Sementara itu, harga melalui penjualan langsung ke industri pengolahan susu disebut dapat mencapai Rp 9.000 per liter.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Magelang mendorong peningkatan populasi sapi perah serta pembenahan manajemen koperasi agar kapasitas produksi dan pemasaran susu semakin kuat.

Pemerintah daerah juga memberikan edukasi dan pendampingan kepada peternak melalui kerja sama dengan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM). Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas SDM dan memperkuat tata kelola usaha peternakan.

Saleh menekankan pentingnya koperasi sebagai wadah untuk menghimpun produksi susu, meningkatkan efisiensi usaha, dan memperkuat posisi tawar peternak.

Kementan juga menjajaki peluang dukungan dari berbagai pihak, termasuk melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), yang pelaksanaannya masih perlu disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Penguatan populasi sapi perah, kapasitas produksi, dan kelembagaan koperasi diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan peternak Magelang sekaligus memperkuat pasokan susu untuk mencapai swasembada susu nasional. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI